Gianyar (Bisnis Bali) – Dalam rangka pembinaan Adiwiyata untuk sekolah imbas, yang dilakukan 19 September – 5 Oktober, Tim Adiwiyata Kabupaten Gianyar menggelar rapat koordinasi, Jumat (14/9) di Pendopo Kantor Dinas Lingkungan Hidup Gianyar. Pembinaan berfokus pada Program Adiwiyata dan dilaksanakan dengan prinsip edukatif, partisipatif dan berkelajutan. Hal itu diungkapkan Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Gianyar Ir. I Gde Maha Diana, MT.

Dalam penilaian Adiwiyata berpatokan pada empat komponen Adiwiyata. Ini meliputi kebijakan berwawasan lingkungan, pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif dan pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan.

“Jadi empat komponen ini yang kami nilai, termasuk bagaiamana pemilahan sampahnya,” ungkapnya.

Melalui program Adiwiyata ini, diharapkan upaya sekolah meminimalisir sampah, termasuk melakukan penghematan air dan listrik.

“Intinya seberapa besar kontribusi yang diberikan sekolah untuk mengurangi pencemaran dan kerusakan lingkungan, kemudian penghematan dengan slogan berupa himbauan untuk penghematan,” ujarnya.

Program Adiwiyata ini juga bertujuan mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah.

“Tujuan kita membentuk mindset warga sekolah menuju ke ramah lingkungan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala DLH Wayan Kujus Pawitra mengatakan, program Adiwiyata merupakan upaya membangun partisipasi warga sekolah melestarikan lingkungan.

“Jadi sekolah Adiwiyata adalah wahana atau tempat mendapatkan segala ilmu pelestarian lingkungan, melalui sekolah ini kita bangun karakter anak bangsa yang mencintai lingkungan,” ungkapnya.

Kujus berharap program Adiwiyata ini tidak hanya menumbuhkan kesadaran lingkungan di tingkat sekolah, namun program ini harus bisa diikuti oleh sekolah dan masyarakat sekitarnya.

“Sehingga sejak dini kita membangun partisipasi masyarakat untuk lebih mencintai lingkungan,” pungkasnya. (kup)