Pelemahan Rupiah, Peluang bagi Produk Fashion Ekspor

10

Negara (Bisnis Bali) – Di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tak hanya memberi dampak buruk bagi perekonomian dalam negeri, khususnya di Bali. Beberapa produk yang menyasar pasar ekspor justru memiliki peluang peningkatan omset, terutama produk fashion hasil kerajinan masyarakat Bali.

Manager Produksi Kain Tenun Songket Jembrana, dr. Ni Luh Wayan Sriadi, saat ditemui di Jembrana, belum lama ini, mengatakan, di tengah melemahnya nilai tukar rupiah saat ini, peluang pasar tujuan luar negeri pada produk kerajinan masyarakat Jembrana justru meningkat, terutama untuk tujuan Negara Amerika Serikat. Selain tenun songket, jenis pakaian jadi lainnya seperti bordir dan rajutan yang merupakan hasil kerajinan masyarakat setempat juga memiliki peluang yang cukup besar.

“Kita tidak ekspor dalam partai besar, hanya dijual dengan kenalan yang ada di luar negeri. Namun ini cukup memberi peluang bagi perajin ditengah harga dolar tinggi,” ujarnya.

Peningkatan transaksi mencapai angka 20-30 persen dari sebelumnya, terutama untuk produk bordir dan rajutan. Selain itu, wanita yang juga berprofesi sebagai dokter ini mengakui, tambahan order pun terjadi saat ini.

“Pada intinya kondisi ini memberi peluang pada pengrajin,” ujarnya.

Meski bahan baku didapat dari dalam negeri, peningkatan harga juga terjadi. Namun hal tersebut dapat diatasi, dengan lebih pintar untuk negosiasi harga kepada pelanggan.

“Termasuk juga ongkos produksi meningkat,yang dulu untuk bordir dihitung per detail bordir bunga, saat ini dihitung per jam,” ungkapnya sembari mengatakan kenaikan biaya produksi terjadi hingga 15 persen.

Hal yang sama juga dirasakan salah seorang pemilik industri sandal, Ayu Upadani, di kawasan Denpasar Selatan. Kondisi ini memberikan harapan di tengah lesunya permintaan pasar ekspor produk yang diproduksinya. Selama ini sandal yang yang diproduksinya cukup digemari negara-negara luar seperti Australia sampai Spanyol, terutama untuk jenis sandal gladiator. (wid)