Tabanan (Bisnis Bali) – Tahun ini revitalisasi pasar tradisional di Kabupaten Tabanan berlanjut. Kini menyasar pasar Kediri dengan alokasi mencapai Rp6 miliar yang bersumber dari dana Tugas Pemerintah (TP) dari pemerintah pusat.

“Revitalisasi pasar yang bersumber dari dana TP ini merupakan kali pertama untuk revitalisasi pasar di Kabupaten Tabanan selama ini. Sebab sebelumnya, untuk revitalisasi pasar ini didanai dari Dana Alokasi Khusus (DAK),” tutur Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Tabanan, Primayani, di Tabanan, Rabu (12/9).

Terangnya, dana TP tersebut didapat setelah melalui sejumlah mekanisme dan persyaratan yang harus dipenuhi. Imbuhnya, ada 13 persyaratan yang  harus dipenuhi untuk mendapatkan dana bantuan dari pemerintah pusat tersebut dan itu sudah terpenuhi, bahkan dari pusat sudah dua kali melakukan reviu atau pengecekan langsung ke lapangan. Diantaranya, ketentuan RAB, DED, hingga IMB.

“Setelah memenuhi syarat yang dimaksud, akhirnya dana TP tersebut turun mencapai Rp6 miliar, dengan pagu kontruksi fisik Rp5.720.000.000,” ujarnya.

Alokasi tersebut hanya difokuskan untuk revitalisasi pasar Kediri saja untuk tahun ini. Paparnya, dari revitalisasi pasar ini, pasar Kediri yang sebelumnya tercatat memiliki los, kios, dan pedasaran (pedagang musiman) dengan total jumlah pedagang mencapai 250 pedagang. Terdiri dari, 90 pedagang yang menempati kios, dan sisanya menempati los dan pedasaran.

Dari jumlah tersebut tetap akan tertampung di pasar Kediri, namun untuk pedagang yang sebelumnya menempati pedasaran akan dimasukan untuk menempati los sebagai syarat dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan untuk alokasi dana TP ini. Sesuai ketentuan dari pemerintah pusat dengan adanya revitalisasi pasar, semua pedagang diharuskan tertampung dalam bentuk kios maupun los.

“Adanya revitalisasi pasar ini, tidak ada lagi pedagang yang memanfaatkan pedasaran untuk berjualan, semua harus tertampung dalam bentuk los maupun kios,” tegasnya.

Bercermin dari kondisi itu kemungkinan setelah revitalisasi pasar, pedagang akan menempati tempat baru. Selain itu, juga akan diterapkan zona didasari jenis komoditas barang yang dijual. Itu sekaligus merupakan tujuan dari revitalisasi pasar ini

Hingga tahun ini pasar tradisional di Tabanan yang sudah direvitalisasi dengan dana DAK ada enam. Yakni, pasar Bajra, pasar Pupuan, pasar Baturiti, pasar Marga, pasar Penebel, pasar Senganan.

“Selama ini ada 13 pasar. Sampai saat ini yang sudah direvitalisasi sampai ada 7 pasar, sedangkan yang belum 4 pasar yaitu pasar Tabanan, pasar Dauh Pala, padar Kerambitan, dan pasar Candi Kuning,” tandasnya. (man)