Singaraja (Bisnis Bali) – Bisnis pertanian sayuran yang paling diminati memang menjadi salah satu bisnis yang tak pernah mati. Begitupun dengan bisnis budidaya seledri yang menjadi salah satu bisnis menguntungkan.

Seledri merupakan salah satu jenis tanaman yang tergolong dalam tanaman adas. Tanaman sayuran ini memang kerap dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi. Selain itu seledri juga memiliki manfaat lainnya untuk pengobatan juga kecantikan. Bagian tanaman seledri yang kerap dimanfaatkan dalam bagian daunya.

Kini kebutuhan seledri terus meningkat seiring meningkatnya jumlah berbagai kuliner dan pabrik. Di tengah tingginya permintaan seledri baik dari pasar, rumah makan, restoran atau hotel justru tanaman ini belum banyak yang membudidayakan.

Hal itu dikarenakan harga jual seledri cenderung berfluktuasi, di mana harga terendah mencapai Rp7.000 per kilogramnya. Karena itu untuk dapat bersaing di pasar, sejumlah petani memilih membudidayakan seledri dengan cara khusus yakni sistem hidroponik.

Seperti yang dilakukan Ketut Sugiarta Putra dari Kelompok Tani Lumbung Hidroponik di Desa Sambangan Singaraja meskipun seledri bisa didatangkan dari sejumlah petani holtikultura baik dari Bali dan luar Bali.

Dirinnya optimis seledri yang dibudidayakannya bersama anggota di kelompok tani ini memiliki nilai jual khusus karena mengusung konsep seledri organik.

“Jadi tidak usah khawatir sayuran khususnya seledri hidroponik yang biasanya dicampurkan pada makanan tanpa melalui proses pematangan ini dijjaminnn lebihh higienis,” tuturnya.

Keunggulan seledri menggunakan sistem hidroponik menjadikan tanaman ini mampu hidup di daratan rendah. Meskipun pada dasarnya tanaman ini lebih cocok tumbuh di dataran dengan curah hujan yang rendah, namun dengan menggunakan sistem hidroponik proses pertumbuhan dapat dikontrol dari segi pengontrolan air, nutrisi, dan faktor eksternal dari tanaman.

Seluruh unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk makan diperoleh dari pemberian nutrisi yang mengandung unsur makro dan mikro sesuai kebutuhan tanaman. “Harga jual seledri hidroponik bisa mencapai Rp20.000  per kilo,” tandasnya. (ira)