Mangupura (Bisnis Bali) – Bibit pisang berkualitas menjadi kunci utama keberhasilan budidaya pisang kepok. Bibit pisang yang berkualitas berasal dari tanaman yang memiliki keturunan daging buah yang tebal dan berisi serta bebas dari hama penyakit.

Pemilihan bibit unggul dikatakan I Wayan Karsa, petani di Desa Babadan, Kabupaten Badung, 90% mempengaruhi kualitas buah pisang yang dihasilkan.

“Untuk membuat bibit pisang bisa dilakukan dengan mengambil tunas, anakan, maupun bonggol dari rumpun pisang yang sehat,” terangnya.

Bibit  yang berasal dari pemisahan anakan, bisa langsung ditanam di kebun. “Anakan  yang baik adalah anakan pedang yang memiliki tinggi sekitar 41-100 cm. Daunnya berbentuk seperti pedang,” ungkapnya.

Sementara anakan rebung  dengan tinggi 24-40 cm kurang baik jika ditanam langsung, karena bonggolnya masih lunak. Bibit ini juga belum  memiliki daun, sehingga mudah kering. Sedangkan anakan dewasa  dengan tinggi > 100 cm,  berat dalam pengangkutan dan kurang tahan terhadap  perubahan lingkungan, karena telah memiliki daun sempurna.

“Bibit anakan setelah dipisahkan harus langsung ditanam. Jika terlambat akan meningkatkan serangan hama penggerek ,” tukasnya.

Selain itu yang perlu diperhatikan adalah bila saat tanam  bibit kekurangan air dalam waktu yang cukup lama, bibit akan layu dan mati bagian batangnya,  meski demikian bagian bonggol yang tertimbun dalam tanah masih mampu untuk tumbuh .

Untuk menghindari kematian, sebelum menanam, anakan dipotong 5 cm di atas leher bonggol dan cara menanamnya ditimbun 5 cm di bawah permukaan tanah.

Untuk membuat bibit dari bonggol, angkat  bonggol dari tanah dengan hati-hati agar mata tunas tidak rusak. Kemudian dibersihkan dari akar dan tanah yang menempel. “Bonggol kemudian dipotong dengan ukuran 10 cm x 10 cm menurut jumlah mata tunas. Kemudian direndam dalam air hangat dengan suhu 55°C yang telah dicampur fungisida dengan dosis 2 gr/liter air selama 15 menit, kemudian ditiriskan,” terangnya.Setelah ditiriskan kemudian ditanam di polybag ukuran 20 cm x 30 cm yang berisi media tanah dan pupuk kandang 1:1. Letakkan  benih di tempat teduh atau di bawah naungan selama 1 bulan, setelah itu letakkan di tempat terbuka.

Perawatan  benih yang diperlukan adalah penyiraman untuk menjaga kelembaban tanah. Pemupukan dapat diberikan melalui pengocoran larutan pupuk Urea dengan konsentrasi 2 gr/liter air setiap 2 minggu. Setelah bibit  berumur 3-4 bulan setelah semai, dapat di tanam di kebun. (pur)