Bangli (Bisnis Bali) – Melihat potensi pengembangan komoditas bawang merah yang cukup besar di Kabupaten Bangli, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali meresmikan rumah bawang, dan  memilih kelompok tani ternak (KTT)  Sari Pertiwi Desa Songan, Kec Kintamani sebagai salah satu penerima bantuan pengembangan klaster bawang merah.

Kepala Kantor Perwakilan BI Prov.Bali Causa Iman menjelaskan, Desa Songan dipilih sebagai pengembangan komoditas bawang merah yang merupakan salah satu komoditas strategis dan menjadi penyumbang inflasi baik di provinsi Bali maupun nasional.

“Dominasi lapangan usaha pertanian juga tergambar dari posisi Kabupaten Bangli yang menjadi pemasok utama hasil perkebunan terutama hortikultura di Prov. Bali, seperti bawang merah, jeruk , kubis, pisang, sayur dan bahkan pada tahun 2016, Kabupaten Bangli tercatat menyumbang 93% dari keseluruhan produksi bawang di Bali,” nilainya.

Melihat keseriusan petani dalam membudidayakan bawang merah ini, Causa Iman merasa sangat yakin  KTT Sari Pertiwi mampu menumbuhkan pengusaha muda di bidang pertanian. Bantuan program sosial BI ini berupa rumah pengolahan produk, peralatan pengolahan dan kemasan produk.

Di samping itu juga pelatihan dalam pengolahan produk hilirisasi dan desain kemasan. Sedangkan untuk pendampingan dan pemasaran hasil produk, pihaknya tetap memfasilitasi dengan mengikutsertakan ke dalam pameran baik lokal maupun nasional.

Ia berharap rumah bawang ini berfungsi sebagai sekretariat kelompok, ruang showcase produk, tempat produksi produk hilirisasi dan menjadikan sebagai sekolah lapang bagi kelompok binaan lainnya.

Pada kesempatan itu, Sekda Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia (BI) karena pendampingan dan perannya selama ini untuk Kabupaten Bangli. “Hasil pertanian bawang merah ini telah menjadi pendukung TPID Bangli menjadi terbaik di kawasan Indonesia  Timur dan sekarang TPID berprestasi di Kawasan Bali dan Jawa,” jelasnya.

Giri Putra juga berharap peresmian rumah bawang ini, makin menambah kreativitas, animo dan pola pikir masyarakat untuk kesejahteraan, dan mendukung laju tumbuhnya perekonomian masyarakat Bangli. (ita)