Amlapura (Bisnis Bali) – Masyarakat miskin penerima program keluarga harapan yang kreatif, akan lebih cepat entas dari kemiskinan dan akan lebih cepat sejahtera. Dirjen Bantuan Sosial dan Kelembagaan Kemensos RI Drs. Nur Fujianto, menyampaikan hal itu saat menyerahkan bantuan PKH kepada 360 KK penerima di Balai Masyarakat Susuan, Karangasem.

Fujianto mengaku salut dengan upaya PKH terutama dari kalangan ibu rumah tangga, yang tak hanya menengadahkan tangan menunggu bantuan. Namun, terus berusaha beranjak dari kemiskinan, dengan bekerja apa saja. Salah satu yang dilihatnya langsung, ibu-ibu penerima PKH di Karangasem, ada yang menenun, membuat berbagai kerajinan anyaman, bahkan ada yang menjadi kuli angkut material bahan bangunan.

‘’Saya kira kalau semua ibu rumah tangga atau keluarga PKH terus berusaha, seperti menenun dan menganyam dan menggeluti pekerjaan apa saja, nantinya tak hanya menengadahkan tangan. Namun lebih mulia lagi sebagai pemberi atau malah mengulurkan bantuan kepada orang yang tak mampu,’’ katanya.

Ia mengaku baru di Karangasem pihaknya mendapatkan suvenir berupa sok asi (anyaman) dari pihak PKH. Anyaman dari bambu itu, justru hasil kerajinan tangan para PKH sendiri.

Di lokasi penyerahan bantuan tahap IV PKH tahun ini, di balai masyarakat Susuan, Amlapura, penerima PKH juga memajang berbagai hasil kerajinan, serta hasil produk pertanian untuk dijual. Dari sejumlah PKH penerima bantuan Rp500 ribu per tiga bulan yang dicairkan dalam setahun dalam empat tahap itu, yakni Ni Wayan Sukir.

Ibu tiga anak asal lereng Gunung Agung di tanah Aron ini selain menggeluti tenun geringsing, juga menjadi buruh angkut material bangunan. Kerti mengaku uang bantuan itu dipakai membiayai anak-anaknya sekolah. Suaminya hanya sebagai tukang jahit pakaian dan penghasilannya tak menentu.

Penerima PKH lainnya di antaranya Ketut Merta asal Bukit Kangin Tenganan. Pria tiga anak ini mengaku sehari-hari sebagai petani kecil. Uang bantuannya juga dipakai membeli pakaian dan alat tulis atau buku anak-anaknya yang masih bersekolah.  Hal serupa disampaikan ibu rumah tangga lainnya penerima PKH Ni Nengah Marti,  asal Desa Bungaya, Karangasem. Seorang dari tiga anaknya  baru masuk TK dan memerlukan biaya pakaian sekolah dan alat tulis.

Total penerima PKH di Provinsi Bali mencapai 75. 616 KK. Sementara di Kabupaten Karangasem jumlahnya masih 10. 989 KK. Dia berharap penerima PKH itu, tidak tetap atau bahkan bertambah jumlahnya, tetapi tiap tahun menurun, karena sudah entas kemiskinannya atas usaha sendiri.  (bud)