Karangasem segera Bentuk Dewi Nawa Satya

18

Amlapura (Bisnis Bali) – Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri, di Bugbug Karangasem, menyampaikan pihaknya bakal membentuk desa wisata (Dewi) Nawa Satya Karangasem the Spirit of Bali, di Karangasem. Pembentukan itu sudah dilakukan melalui penandatanganan kerjasama dengan 14 organisasi perangkat daerah (OPD) di Karangasem, saat pembukaan festival ke 2  subak di Bugbug Karangasem.

Dewi itu, nantinya sebagai pengembangan desa  lestari. Setelah terbentuk, desa-desa yang tergabung akan mengembangkan sembilan komponen.

‘’Selain unsur budaya pariwisata yang sudah dikenal selama ini yakni sapta pesona wisata, ditambah lagi unsur spiritual dan berkelanjutan,’’ paparnya.

Nantinya di Karangasem akan dirancang festival desa wisata atau festival subak 24 kali dalam setahun. Diharapkan tiap bulan digelar dua festival. Karangasem, menurut Mas Sumantri, sejak lama sudah merancang pengembangan pariwisatas piritual. Namun selama ini, konsep pariwisata itu baru sebatas wacana, belum mampu direalisasikan secara penuh.

Nantinya, dengan konsep Dewi, bakal terus dikejar realisasi, dan sudah ada 20 desa wisata di Karangasem. Bahkan, ia mengaku sudah menandatangani piagam kerjasama pengelolaan potensi desa baik desa wisata maupun potensi objek wisata lainnya dengan pihak perbekel/lurah dan pihak desa pakraman se-Karangasem.

Pembukaan festival subak di Desa Bugbug yang mewilayahi kawasan wisata Candidasa itu, disambut antusias masyarakat setempat. Selain warga lokal juga banyak wisatawan asing yang datang. Selain pejabat lokal, hadir juga Konjen Cina di Bali, Kadis Pertanian Kabupaten Gorontalo, Sulawesi diwakili Kadis Pertanian setempat, serta Kepala Perwakilan Bali BI Causa Imam Karana, dan pejabat perbankan lainnya.

Sementara itu, Sekda Karangasem Gede Adnya Mulyadi menyampaikan, selain edukasi pertanian bagi pelajar, juga digelar berbagai kegiatan, seperti berbagai jenis lomba, parade gebogan dengan bahan produk pertanian lokal atau buah-buahan lokal produk petani lokal Karangasem.

Pembukaan juga dimeriahkan 250 penari rejang renteng, serta parade budaya pertanian dengan kontingen delapan kecamatan di Karangasem. Festival itu, kata Ketua Desa Wisata Bugbug I Wayan Sutama, mampu menggerakkan perekonomian masyarakat desa Bugbug, khususnya. Selain ratusan pedagang lokal, juga produk pertanian bibit tanaman, dan buah-buahan laris.

‘’Belum dibuka, masyarakat sudah banyak yang menenteng bibit tanaman dan paling laris pot bunga anggrek,’’ tandas Sutama.  (bud)