Mangupura (Bisnis Bali) – Akhir Agustus 2018 merupakan target selesainya seluruh proyek di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai untuk mendukung penyambutan delegasi IMF-WBG Annual Meeting 2018. Minggu ini, semua fasilitas ditargetkan rampung.

Direktur Utama PT. Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi mengungkapkan, pihaknya turun langsung dan memberikan perhatian khusus untuk memastikan penyelesaian seluruh proyek sesuai target karena ini menyangkut reputasi Negara Indonesia.

Proyek fasilitas untuk pagelaran IMF-WBG Annual Meeting 2018 merupakan proyek prioritas bagi PT. Angkasa Pura I (Persero) mengalahkan proyek lainnya.

“Pembangunan  fasilitas ini juga digunakan untuk meningkatkan kapasitas Bandara Ngurah Rai yang semula hanya 24 juta penumpang menjadi 37 juta penumpang per tahun,” ungkap Faik didampingi Direktur Teknik, Lukman F. Laisa.

Saat ini pengerjaan proyek pengembangan fasilitas Bandara I Gusti Ngurah Rai telah mencapai di atas 90 persen. Untuk paket 1, pematangan lahan pantai sisi barat dan konstruksi apron barat mencapai 94,5 persen. Sementara Paket 2 berupa pekerjaan konstruksi apron timur dan pemindahan sewage treatment plant (STP) telah mencapai 93,92 persen. Sedangkan untuk Paket 3, yaitu pekerjaan gedung VVIP, base ops TNI, dan penggantian line maintenance airlines sudah mencapai 93,28 persen.

Dengan selesainya pembangunan apron barat dan timur, Dirjen Perhubungan Udara dapat segera merampungkan proses verifikasi pada pertengahan September. Sehingga 10 parking stand baru dapat dioperasikan sebelum pagelaran IMF-WBG Annual Meeting 2018 pada Oktober mendatang.

“Hal tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan turis ke Bali untuk mencapai target wisatawan yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata,” ujar Faik.

Di luar paket utama pekerjaan pengembangan fasilitas di Bandara I Gusti Ngurah Rai, terdapat proyek pembangunan gedung parkir mobil bertingkat yang rencananya dioperasikan secara fungsional tiga lantai pada Oktober mendatang. Gedung ini akan menambah kapasitas parkir kendaraan roda empat sebanyak 546 mobil.

“Saya ingin mengingatkan kepada seluruh kontraktor, tidak hanya mengejar target penyelesaian proyek, namun jangan sampai melupakan jaminan kualitas pekerjaan. Ini menjadi hal yang sangat penting, jangan sampai tidak lolos tahap verifikasi dan tidak bisa dipergunakan nantinya,” tegasnya. (dar)