Denpasar (Bisnis Bali) РBisnis online di era revolusi industri 4.0 berkembang pesat. Hal tersebut juga berdampak pada makin ketatnya persaingan antarpelaku bisnis. Perkembangan bisnis online ditunjukkan dengan banyaknya unicorn yang bergerak di bidang e-commerce. Mereka bahkan mendapat suntikan dana besar dari investor. Ini mengindikasikan bisnis online  sedang tumbuh dengan pesat. Apalagi, saat ini masyarakat Indonesia sudah bisa dikatakan melek internet.

“Untuk masalah persaingan, bisnis umumnya juga bersaing dengan ketat, termasuk bisnis offline. Adanya persaingan ini menurut saya menunjukkan hal positif, karena menunjukkan adanya permintaan yang tinggi dari masyarakat,” tutur praktisi bisnis online I Putu Edy Suardiyana Putra di Denpasar, Selasa (4/9).

Meski diakui persaingan tak sehat kerap terjadi, namun ia menyarankan pelaku bisnis online tak terlalu fokus untuk masalah tersebut. Yang penting bagaimana mengelola bisnis online agar lebih dipercaya dan dikenal konsumen.

Salah satu keuntungan bisnis online adalah transparansi. “Maksudnya, dengan berdagang secara online, kita bisa memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk memberikan feedback kepada produk kita,” tukas alumni Universitas Coventry, Inggris & Macquarie University, Australia (program co-tutelle) tersebut.

Ke depan bisnis online masih sangat menjanjikan, namun melihat latar belakang budaya masyarakat kita, mungkin ada baiknya jika dikombinasikan dengan bisnis offline. “Alasannya sederhana, pelanggan itu ingin kepastian pelayanan. Sebagai contoh seorang customer baru saja membeli laptop secara online, ternyata laptop yang dibeli tidak mau hidup,” paparnya.

Hal seperti ini kerap menjadi kendala bisnis online, kemanakah customer ini harus pergi jika ingin complain?. Jika bisnis yang bersangkutan bisa memberikan pelayanan tanpa harus memiliki toko offline, tentunya toko offline ini tidak diperlukan lagi.

Sebagai praktisi bisnis online, Edy memiliki kiat jitu berbisnis online. “Berfokuslah pada pelanggan (customer-centric), karena pada dasarnya berjualan secara online dan offline itu sama saja. Karena di media online, customer akan sangat mudah mencari informasi tentang reputasi penjual,” tandasnya.

Karenanya menanggapi keluhan pelanggan, sangat penting. Bisa dengan cara menjawab komentar-komentar customer di media online.

Bangunlah trust dari pelanggan. “Menurut saya trust (kepercayaan) ini faktor yang paling vital untuk berbisnis secara online. Kemudiam buat foto yang menarik,” ungkapnya.

Foto yang bagus akan menarik perhatian calon pelanggan. Foto dan produk harus sesuai. Ini tentunya obvious banget. Foto produk yang  dipajang harus sesuai dengan produk nyatanya.

“Saya sangat sering mendengar pelanggan mengeluh karena barang tidak sesuai dengan foto. Ingat, trust sangat penting,” tukasnya. (pur)