Sambut Even IMF, Perbankan Tambah Lima Mata Uang

92

Denpasar (Bisnis Bali) – Kalangan perbankan kian mematangkan persiapan membantu kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan IMF-WB Annual Meetings Oktober 2018 mendatang. BNI salah satunya, sebagai salah satu official banking partner, bank BUMN ini akan menyediakan berbagai layanan keuangan untuk para delegasi nantinya.

“Kami bertekad memberikan kenyamanan, keamanan dan kemudahan dalam bertransaksi banknotes melalui outlet atau booth money changer yang berada di lokasi-lokasi strategis untuk melayani penukaran uang bagi para delegasi,” kata Pemimpin BNI Kantor Wilayah Bali, NTB dan NTT Eko Setyo Nugroho di Renon, Senin (3/9).

Dengan menyediakan outlet money changer, bank berharap dapat memenuhi kebutuhan transaksi para delegasi yang kurang lebih mencapai 15.000, termasuk saat mereka melakukan penukaran uang hingga tarik tunai. Untuk itu pihaknya menambah jumlah mata uang atau currency yang bisa ditukarkan dari 12 currency menjadi 17 currency.

“Ada lima currency yang kita tambah dari negara-negara yang memiliki mata uang eksostis atau yang berpeluang akan ramai ditukarkan,” ujarnya.

Lima mata uang tersebut seperti dolar Brunei, dolar Taiwan, riyal Saudi, won Korea hingga Dinar. Sementara currency yang banyak ditranskasikan peluang masih Dolar AS, yen Jepang, renminbi Cina dan masih banyak lainnya.

“Kami harapkan untuk semua transaksi di Bali akan bertambah 10-15 persen karena perputaran uang untuk akomodasi saat meeting sampai para delgasi berlibur,” harapnya.

Pihaknya mengestimasikan penukaran uang saat ajang IMF bisa mencapai Rp300 miliar dengan rata asumsi hitungan kasar Rp20 juta per orang.

Head of Treasurury BNI Region Area Denpasar, Putri Maharani Syarief mengatakan, dalam ajang IMF-WB AM 2018 akan ada potensi perputaran uang sebesar Rp943,5 miliar. Sekitar 95,2 persen pengeluaran tersebut berasal dari wisatawan mancanegara dan sisanya dari wisatawan lokal. Pengeluaran terbesar adalah akomodasi yang mencapai Rp569,9 miliar diikuti pengeluaran makanan dan minuman sebesar Rp190,5 miliar, transportasi sejumlah Rp36,1 miliar, hiburan sebesar Rp57 miliar dan belanja souvenir senilai Rp90,2 miliar. (dik)