MENU - Salah satu varian menu di restoran bergaya London yang menggugah selera.

Mangupura (Bisnis Bali) – Berbicara kuliner di kawasan pariwisata Kuta dan sekitarnya seakan tidak ada habisnya. Mulai kuliner di pinggir jalan sampai di restoran.

Dari sekian banyak itu, ada restoran baru yang cukup menjolok dan unik. Terletak di Jalan Dewi Sri, Legian, Kuta, New Found Lane hadir sebagai restoran dan tempat nongkrong pertama di Bali yang bergaya London.

Resto ini menyajikan kuliner yang lezat dan unik, hingga konsep restoran dengan desain eksterior maupun interior yang mencerminkan Kota London yang menarik pengunjung untuk datang dan menyantap makanan yang disajikan.

“Saya terinspirasi dari suasana dan ikon-ikon khas  Kota London, sehinggaa kami hadirkan restoran bergaya London pertama di Bali,” kata Founder dan Co-Owner New Found Lane, Immanuel Christover S, di Kuta.

Nuansa London sudah tampak dari desain gedung bagian luar. Misalnya bagian pintu sangat khas berciri London. Aksen London makin kuat dengan adanya bus double decker (bus tingkat dua) berwana merah di bagian samping luar restoran. Double decker merupakan salah satu alat transportasi favorit masyarakat Kota London.

Bagian bawah double decker ini difungsikan sebagai coffe shop. Sementara bagian atas dijadikan barber shop (tempat cukur rambut).

“Kami ingin menampilkan kesan cowok-cowok metroseksual Kota London dengan tampilan gaya rambut kekinian,” imbuh Operating Manager New Found Lane, Arai Resmanu sambil menunjukkan areal dan spot menarik di restoran ini.

Sementara areal restoran di bagian bawah juga didesain dengan nuansa London melalui bentuk kursi, meja. Maupun juga berbagai hiasan yang semakin membuat pengunjung merasakan atmosfer kota di negeri Ratu Elizabeth itu.

Pengunjung bisa sambil menikmati berbagai menu western maupun Indonesian food serta berbagai varian cocktail khas restoran ini dan minuman lainnya. Harganya cukup bersahabat di kantong, yakni mulai Rp25 ribu hingga Rp70 ribu. “Restoran ini jadi pilihan nongkrong yang asyik untuk kaum milenial,” tandasnya. (aya)