Gianyar (Bisnis Bali) – Pariwisata Bali dihadapkan persaingan ketat. Ketua Dewan Pengawas Tata Krama Asita Bali, Komang Takuaki Banuartha menilai adanya bencana alam erupsi Gunung Agung dan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB), pariwisata Bali perlu dibentengi guna menghadapi ancaman berita hoax.

Selain melakukan promosi langsung ke negara pasar, Bali sangat penting melakukan promosi secara on line. Ini mengingat bencana alam di Bali dan sekitar kawasan Bali dimanfaatkan untuk menjatuhkan pariwisata Bali melalui berita hoax.

Berita hoax ini dinilai mampu mengalihkan kunjungan wisatawan yang rencananya ke Bali menuju negara lain. Ini tentunya memanfaatkan isu bencana alam di Bali termasuk bencama alam yang terjadi di Indonesia.

Awalnya  gempa NTB cukup berpengaruh terhadap pariwisata Bali.  Saat terjadi erupsi Gunung Agung termasuk gempa bumi di NTB memunculkan berita hoax yang tak menyenangkan. Sudah ada beberapa berita hoax yang menyatakan Bali tidak aman. Berita hoax tersebut mesti segera ditindaklajuti.

Pemerintah bersama GIPI Bali memiliki peran membentengi pariwisata Bali dari berita hoax. Ini dilakukan agar berita hoax tentang Bali tidak meluas dan mempengaruhi pasar pariwisata Bali. Owner Sari Tour ini mengakui walaupun ada ancaman berita hoax saat ini pariwisata Bali masih berjalan seperti biasa.

Khusus wisatawan dari pasar Jepang masih takut berlibur ke Bali karena berita hoax terkait Gunung Agung. Sulit memprediksi sampai Gunung Agung akan erupsi. Akibat berita hoax, wisatawan Jepang mengurungkan niatnya untuk berlibur ke Bali. Wisatawan Jepang memilih beralih ke Australia. (kup)