Tabanan (Bisnis Bali) – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tabanan masih memiliki potensi  lebih meningkat dari pencapaian saat ini. Tahun ini PAD Tabanan mencapai Rp400 miliar, naik dari 2010 lalu yang hanya mencapai Rp 100 miliar.

Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, mengungkapkan, potensi untuk peningkatan PAD cukup banyak. Di antaranya, masih banyaknya lahan tidur sepanjang pinggir pantai mulai dari timur sampai barat.

Sebenarnya lahan tidur tersebut sangat diminati kalangan investor, bahkan pengusaha besar di Indonesia. Sayangnya, karena terkendala regulasi, para investor tersebut tak bisa berinvestasi maksimal.

“Padahal banyak investor yang berminat berinvestasi di Tabanan, salah satunya membangun hotel berbintang. Namun mereka ini terganjal regulasi untuk berinvestasi di lahan tersebut,” tuturnya.

Potensi meningkatnya PAD Tabanan ini juga muncul dari para pebisnis dari Badung maupun Denpasar yang melirik daerah lumbung pangan ini sebagai tempat mengembangkan usaha. Itu sejalan karena Kabupaten Tabanan dinilai sebagai daerah penyangga Kota  Denpasar.

Bercermin dari semua itu, ia yakin akan mudah bagi Tabanan untuk bisa menggenjot PAD ditahun mendatang. Terpenting, potensi pundi-pundi dari peningkatan PAD tersebut bisa digarap dengan maksimal.

Selain itu, tambahnya terkait regulasi mudah-mudahan pembangunan hotel berbintang 5 pada daerah lahan tidur di Kabupaten Tabanan bisa diadopsi dengan tetap mengacu pada ketentuan tata ruang Provinsi Bali.

 “Melihat dari potensi tersebut, saya yakin terjadinya peningkatan PAD Tabanan pada tahun-tahun mendatang ini hanya tinggal menunggu waktu saja,” tegasnya. (man)