Denpasar (Bisnis Bali) – Perhelatan musik akbar “Ulsan World Music Festival (UWMF)” dan “Asia Pasific Music Meeting (APaMM)” kembali digelar secara berbarengan di Ulsan, Korea Selatan. Musisi-musisi dari berbagai belahan dunia tampil menggebrak panggung besar dengan fasilitas pertunjukan kelas dunia ini.

Kali ini, Indonesia diwakili grup band Rhythm Rebels, yang terdiri dari dua personil yakni Reza dan Rizal berkesempatan tampil pada Sabtu (1/9) lalu. Terpilihnya Rhythm Rebels tak terlepas dari peran Antida Music Productions.

“Kami sungguh senang bisa tampil di ajang bergengsi ini, dan melihat keseruan pengunjung yang hadir membuat semangat kami menyala terus. Terimakasih kepada Antida Music Productions yang telah membawa kami ke ajang ini,” ucap Rizal, salah satu personil Rhythm Rebels.

Meski hanya terdiri dari dua personil, penampilan Rhythm Rebels mampu memukau penonton. Reza yang menabuh drum, sedangkan Rizal memainkan instrumen tradisional, seperti didgeridoo/awi goong, bambu bass, genggong Bali, truktuka (terompet), dan sampler. Kelima instrumen itu dimainkannya secara bergiliran dan menambah keriuhan panggung utama UWMF.

“Rhythm Rebels was amazing, saya sangat terpukau dengan penampilannya. Ini adalah kali pertama saya melihat musik seperti ini. Saya berencana mengundang mereka untuk tampil di China tahun depan,” seru Erick, salah seorang delegasi APaMM dari China.

Ada sekitar 3.000 pengunjung hadir memenuhi acara ini, dan semuanya sangat menikmati musik yang disajikan Rhythm Rebels. Mereka antusias dan turut memberikan dukungan kepada delegasi Indonesia ini.

“Banyak yang terpukau oleh Rhythm Rebels, tidak terkecuali delegasi-delegasi APaMM lainnya, seperti dari India, Amerika, dan China. Mereka merupakan founder-founder festival internasional ini memberikan ucapan selamat untuk delegasi Indonesia,” ujar Anom Darsana, pemilik Antida Music Productions.

Anom Darsana berharap di tahun-tahun mendatang makin banyak musisi tanah air, khususnya Bali yang berkesempatan tampil di ajang internasional, salah satunya di UWMF ini. (dar)