Singaraja (Bisnnis Bali) – Sehubungan dengan adanya jejak sejarah yang menghubungkan leluhur orang suku Kei dengan Bali, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara mengunjungi Kabupaten Buleleng. Kunjungan ini dilakukan sebagai pendahuluan untuk menyusuri jejak sejarah leluhur suku Kei di Kabupaten Buleleng terutama di desa tua seperti Desa Pedawa yang merupakan salah satu dari lima desa Bali Aga di Kecamatan Banjar. Penyusuran dilakukan berdasarkan kesamaan yang ada dan dari prasasti-prasasti yang telah dipelajari.

Bupati Maluku Tenggara, Anderias Rentanubun menjelaskan, kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk silaturahmi dengan Pemkab Buleleng. Di samping itu, tujuan utamanya adalah menyusuri jejak sejarah orang suku Kei yang berasal dari Bali. Hal tersebut didasari hukum adat yang dipakai suku Kei yaitu Hukum Larvul Ngabal yang dibawa perempuan Bali bernama Nendit Sakmas.

“Ya dari sejarah itu kita menyusuri leluhur orang Kei yang berasal dari Bali namun tepatnya belum diketahui di Bali bagian mana,” jelasnya.

Dengan kunjungan ini, pihaknya ingin bertemu tetua adat khususnya di Desa Pedawa dan juga melakukan penelitian bersama tim. Kesamaan yang ditemukan antara lain keris, perahu kecil, rumah adat dan juga tradisi seperti orang-orang suku Kei menganut Hindu Bali.

“Rumah adat di Kei memiliki kesamaan dengan rumah adat yang ada di Desa Pedawa dari sisi dalamnya dan juga tradisinya memiliki kesamaan dengan ditunjukkan orang-orang suku Kei menganut agama Hindu Bali,” ujar Anderias Rentanubun.

Sementara itu, Sekda Buleleng, Dewa Ketut Puspaka, mengungkapkan, kunjungan ini menjadi jembatan untuk menggabungkan ikatan persaudaraan kedua daerah. Buleleng memiliki keluarga dan sejarah di Maluku Tenggara. Itu menunjukkan bagaimana kedinamisan para leluhur sangat fleksibel untuk menjajah seluruh nusantara.

“Hal ini melanjutkan langkah dari Kabupaten Malang, Jawa Timur untuk menyusuri hubungan sejarahnya di Buleleng,” ungkapnya.

Mantan Kepala Bappeda ini menambahkan, pihaknya mendukung penuh apa yang menjadi tujuan Maluku Tenggara ini. Buleleng akan memfasilitasi Maluku Tenggara dan juga terus mengikuti perkembangan yang selanjutnya. “Kita siap untuk terus mengikuti penelitian ini,” pungkas Dewa Puspaka. (ira)