Denpasar (Bisnis Bali) – Aneka makanan olahan jamur tiram kini mulai mendapatkan tempat di hati para konsumen. Mushroom atau jamur merupakan salah satu bahan makanan yang bisa dibuat berbagai macam olahan atau camilan yang kini kian diminati konsumen. Produk ini bisa diolah menjadi bakso, sate, pepes, nugget,  burger, crispy, hingga fried.

Menurut Artini, salah seorang pebisnis kuliner berbahan jamur tiram, di kawasan Denpasar, Sabtu (1/9), bakso, sate hingga fried umumnya terbuat dari daging, baik daging ayam, kambing, babi hingga sapi. Kini pihaknya mulai memanfaatkan jamur tiram sebagai pengganti daging dalam pembuatan menu atau camilan ini.

‘’Inovasi ini kami pilih karena pada dasarnya jamur memiliki tekstur yang hampir sama dengan daging. Dan ternyata pilihan kami sangatlah tepat, cita rasa jamur tidak kalah enak dengan camilan berbahan daging,’’ ungkapnya.

Peluang bisnis olahan jamur tiram masih terbuka di Bali. “Kami menawarkan cita rasa, mudah pembuatan, efisien, pasar luas, dan kualitas yang tak kalah dengan olahan modern lainnya, krama Bali juga mampu membuka usaha olahan jamur tiram dengan harga yang lebih terjangkau,’’ jelasnya.

Dari segi manfaat, jamur tiram baik bagi kesehatan karena kandungan gizi mencukupi, nonkolesterol, kandungan protein nabati tinggi dan cocok bagi kalangan vegetarian.

Bisnis ini berawal dari keinginan menerapkan pola hidup sehat. Caranya, menyantap makanan sehat yang dimasak dengan cara sehat. “Sudah saatnya orang memakan makanan nabati dan organik, bukan melulu makanan dari daging,’’ tandasnya. (aya)