Denpasar (Bisnis Bali) – Sektor usaha mikro kecil dan menegah (UMKM) baik kerajinan rumah tangga, kuliner, kerap terhambat masalah pemasaran dan pengiriman. Vice President of Drivers Community GO-JEK Indonesia, Jaka Wiradisuria Jumat (31/8) mengatakan, setelah dipasarkan secara online selanjutnya Go-jek bisa membantu pengiriman produk pelaku UMKM ke pelanggan atau konsumen UMKM.

Fokus utama Go-jek adalah memberdayakan para pekerja sektor informal di Indonesia. Dengan bergabung bersama Go-jek, mitra dapat memiliki akses kepada layanan jasa keuangan seperti tabungan, asuransi, KPR dan cicilan terjangkau.

Hasil riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) tahun 2017 mengungkapkan Go-jek telah berkontribusi Rp9,9 Triliun per tahun. Ini untuk ekonomi nasional dari penghasilan mitra pengemudi dan mitra UMKM. Sumbangan ini dihitung berdasarkan selisih penghasilan mitra setelah dan sebelum bergabung dengan ekosistem Go-jek.

Go-jek telah berkomitmen meningkatkan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi para mitra driver. Ini diperkuat dengan program Go-jek Swadaya. Program ini memiliki banyak ragam inisiatif dan manfaat yang dapat diakses para mitra driver. Melalui program ini, mitra driver mendapat akses pengelolaan keuangan, yang meliputi diskon kebutuhan operasional, cicilan ringan, akses layanan jasa keuangan seperti perbankan dan asuransi guna meningkatkan kesejahteraan keluarga. (kup)