Bisnis Kebaya Motif Kerawangan  makin Diminati

3825

Denpasar (Bisnis Bali) –  Bordir kerawangan khas Bali dalam balutan busana kebaya yang memikat,  tak kalah menarik dan berpeluang bisnis. Demikian diungkapkan Owner Bali Puspa Bordir, Jro Puspawati, Rabu (29/8).

Bordir merupakan istilah umum motif bordir yang dibuat di atas kain atau bahan apa pun. Sementara kerawangan biasa dipakai untuk bordir pada kebaya. Perbedaan motif kerawangan dengan bordir dapat diliat dari motif yang digambarkan seperti lubang – lubang dengan bermacam bentuk (terawang).

Kerajinan tangan berupa bordir dipercaya berasal dari Cina. Perkembangannya meluas hingga Malaysia dan sekitarnya termasuk Indonesia. Di Indonesia bordir beradaptasi dengan budaya lokal terutama motif dan warnanya.

Seperti karya bordir kerawangan yang dibuatnya sangat kental unsur budaya Bali. Hal itu terlihat dari konsep kerawangan yang mengangkat tema bunga pancasari, janur, ataupun jepun ( kamboja) sebagai motif dominan. Padahal katanya, dia banyak belajar motif bordir Jawa terutama  dari daerah Tasikmalaya.

“Sebaiknya bahan yang digunakan untuk membuat pakaian atau kebaya bordir dipilih kain yang tidak pecah saat ditimpa kerawangan. Sementara itu untuk merawat kain bermotif kerawangan tidaklah rumit,” ujarnya.

Cukup dicuci secara lembut dengan tangan dan setrika menggunakan panas sedang. Saat mencuci sebaiknya pengucekkan tidak dilakukan pada motif kerawangan dan tidak diperas untuk menjaga kualitas bordir.

Menurutnya, prospek bisnisnya cerah sehingga seiring inovasi para pemotif kebaya motif kerawangan akan makin dicari konsumen. Peluang ini bisa digarap masyarakat Bali meningkatkan ekonomi keluarga.

Pebisnis kebaya, Ayu Dewi menambahkan bisnis kebaya lekat dengan seni budaya. Dengan terus berinovasi dia berharap mampu meningkatkan penjualan. (gun)