Kualitas Material, Tentukan Daya Saing Perhiasan Perak

11

Gianyar (Bisnis Bali) –  Kualitas material perak yang digunakan perajin dalam memproduksi berbagai jenis perhiasan menentukan daya saingnya di pasaran. Demikian diungkapkan, owner Gunungsari Silver, Agung Swastika, baru – baru ini.

Saat ini, material perak yang digunakan yakni material lokal. Dari sisi komposisinya masih di bawah produksi PT. Antam Jakarta. Kadar perak Antam yakni 925 yang telah memenuhi standar perdagangan ekspor.

Kendala yang dihadapi perajin yakni masih sulit mengakses material Antam, selain volume pembelian yang  tak sedikit, dari sisi permodalan juga masih lemah. Menyikapi hal ini sinergi para perajin diperlukan untuk sharing permodalan guna mengakses material perak tersebut secara berkesinambungan.

Ini penting karena tantangan pasar bebas makin berat dengan demikian diperlukan berbagai kesiapan dari perajin untuk meningkatkan daya saing.

“Perak Bali cukup diminati pasar dalam dan luar negeri. Ini mesti disikapi dengan inovasi yang tiada henti. Sasarannya selain meningkatkan kualitas dan varian perak Bali juga harga jualnya bisa ditingkatkan,” imbuhnya.

Sebelumnya, pebisnis perhiasan emas dan perak Bali, Nyoman Rupadana, menyampaikan, bisnis perak Bali cukup menjanjikan karena perhiasan ini khas dan menarik. Dari sisi harga juga relatif terjangkau sehingga konsumen dari lapisan ekonomi manapun bisa membelinya.

Dia tak kalah optimis dengan terus berinovasi geliat bisnis kearifan lokal ini akan makin meningkat seiring manfaatnya yang makin maksimal bagi perajin.

Dia juga mengapresiasi para pemotif telah mampu menjaga kekhasan desain dan motif perak Bali. Hal itu penting sebagai salah satu keunggulan bersaing menghadapi produk serupa dari luar. Bisnis perak sangat dinamis. Peningkatan penghargaan pasar terhadap seni perhiasan satu ini bertumpu pada upaya kreativitas perajin dalam produksi. (gun)