TUKIK - Pelepasan tukik oleh Menpar Arief Yahya, merupakan pelestarian lingkungan sebagai modal untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan.

Denpasar (Bisnis Bali) – Sanur Village Festival (SVF) menurut Menpar RI Arief Yahya bukan hanya fokus terhadap atraksi pariwisata tapi juga bagian aksi melestarikan lingkungan. Kondisi tersebut, diwujudkan dalam pelepasan tukik yang menunjukkan Sanur dan Bali secara umum mengedepankan pariwisata berkelanjutan (sustainability tourism).

“Semakin dilestarikan semakin mensejahterakan masyarakat,” kata Menpar Arief Yahya.

Berbagai kegiatan aksi hijau dan pelestarian alam, antara lain penanaman terumbu karang, beach clean up, termasuk penanaman bibit mangrove. Selain itu juga dilakukan penanaman pohon langka, edukasi lingkungan hidup maupun kampanye hijau.

Menurutnya, alam dan budaya harus lestari dan berkelanjutan agar dapat menjadi sumber devisa yang tidak berhenti. Program pariwisata berkelanjutan juga terbukti meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia.

Menpar Arief Yahya menambahkan berdasarkan Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI), World Economic Forum (WEF), pada 2017 daya saing pariwisata Indonesia naik ke peringkat 42 dari peringkat 50 pada 2015. (kup)