Peningkatan Kompetensi Naker, Jawab Tantangan Pasar Global

18

Tabanan (Bisnis Bali) –  Saat ini persaingan di bidang ketenagakerjaan makin ketat. Hal tersebut menuntut tenaga kerja (naker) Bali memiliki daya saing yang tinggi. Tak hanya kompeten namun juga mampu berbahasa asing (Inggris) khususnya. Demikian diungkapkan pengurus Kadin Kabupaten Buleleng, Ni Luh Gede Artiningsih, Sabtu (25/8).

“Era pasar bebas sulit membendung luberan naker luar ke Bali. Lebih – lebih jika mereka memiliki daya saing lebih sehingga tak sedikit peluang kerja bergengsi dan posisi top manajemen mereka tempati,” nilai Ni Luh Gede Artiningsih.

Belajar dari kenyataan ini naker lokal seyogyanya meningkatkan kemampuan diri agar tak kalah dengan kompetitor.

Menyikapi hal ini, program studi berbasis kompetensi mutlak diperlukan untuk menjawab tantangan ini. Ini penting agar ke depan persaingan makin ketat, naker lokal tak hanya jadi penonton di daerah sendiri. Meningkatkan kompetensi lewat uji kompetensi tentu merupakan proses yang harus dilewati untuk bisa kompeten di bidang kerja yang digeluti.

Selama ini hal tak kalah penting yang harus diperhatikan dan mendukung kompeten naker adalah kemampuan mereka berbahasa asing. Sektor pariwisata yang berimbas pada bertumbuhnya hotel – hotel berbintang, maupun bisnis akomodasi lainnya menuntut kemampuan SDM mumpuni berbahasa asing. “Khususnya menguasai bahasa Inggris sebagai bahasa dunia. Ini penting agar pelayanan yang diberikan jadi berkualitas,” imbuhnya.

Pelatihan bahasa asing jadi penting sejak dini. Ini untuk menjawab tantangan ke depan sehingga mampu bersaing dengan naker asing dengan menduduki posisi top manajemen di hotel – hotel berbintang, dan lainnya.

Ketua Kadin Denpasar, Nugra Artana menyampaikan, penguatan daya saing SDM Bali, pada dasarnya tak hanya menciptakan naker yang kompeten namun juga wirausaha yang handal. Ini makin strategis dalam persaingan global.

Tak sedikit wirausaha asing datang ke Bali membangun bisnis di Bali dan mempekerjakan orang Bali. Jika ini dapat diimbangi akan makin bertumbuh kepercayaan diri generasi muda untuk membangun daerahnya sejalan kebijakan pemerintah yang memihak.

Misalnya berkembang kebijakan bantuan modal untuk wirausaha, pelatihan manajemen, juga promosi. Sinergi yang baik semua stakeholder pembangunan diharapkan makin menguatkan perekonomian. (gun)