Mangupura (Bisnis Bali) – Proyek pengembangan bandara dalam rangka persiapan IMF-World Bank Group Annual Meeting 2018 telah memasuki tahap finalisasi. Pihak bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai bersama tim dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI melaksanakan verifikasi dan evaluasi awal perluasan apron.

Vice President Airport Operation PT. Angkasa Pura I (Persero) Haruman Sulaksono menyampaikan terima kasih atas partisipasi semua pihak, sehingga pembangunan dapat berjalan dengan lancar. Walaupun waktu pelaksanaan relatif cukup terbatas, proyek ini diharapkan rampung tepat waktu, tanpa mengabaikan unsur safety dan security.

“Hal-hal yang masih perlu menjadi perhatian di sisa waktu serta beberapa kekurangan supaya segera diselesaikan, sehingga target yang sudah kita tetapkan bersama dapat terwujud karena juga masih diperlukan waktu untuk simulasi,” ungkap Haruman.

Sementara itu Co. General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Sigit Herdiyanto menekankan, pembangunan apron dilaksanakan dengan kondisi bandara tetap beroperasi. “Sehingga tim kami saat ini masih menyelesaikan pekerjaan agar tuntas pada waktunya,” ujar Sigit.

Proses verifikasi dilakukan dengan mengukur data perkuatan apron baru, penentuan koordinat parking stand baru dengan menggunakan GPS Geodetic, serta koordinat AFL dan SNL baru oleh tim dari Inspektur Navigasi Penerbangan.

“Pengukuran dilakukan untuk mengetahui titik koordinat yang tepat, yang diamanatkan oleh ICAO dengan mengacu pada sistem World Geodetic System 1984 (WGS84),” ujar Inspektur Navigasi Penerbangan, Hendra Ahmad Firdaus.

Inspeksi dilanjutkan dengan melakukan verifikasi apron timur dan barat oleh tim Inspektur Bandar Udara. Dalam proses verifikasi ini dilakukan inspeksi mengenai dimensi apron, kekuatan landasan, peralatan navigasi, apron lighting, apron marking, serta pengukuran jarak antara ruang keamanan terbatas dengan area publik seperti jalan raya. Proses ini mengacu kepada prinsip safety dan security, sehingga tidak akan ada temuan mayor di verifikasi akhir.

Secara fisik dan desain, hasil verifikasi awal proyek perluasan apron baru sudah sesuai aturan. Masukan dari tim verifikator mengenai quality control terhadap finalisasi sisa pekerjaan, serta penambahan infrastruktur tambahan di lokasi apron timur untuk memisahkan public area dengan parking stand.

Proyek pengembangan ini ditujukan untuk menambah kapasitas parkir pesawat sebanyak 4 parking stand baru untuk pesawat jenis narrow body di apron timur, dan 6 parking stand baru di apron timur. Hasil verifikasi dan evaluasi awal akan menentukan hasil verifikasi tahap akhir menjelang pelaksanaan IMF-World Bank Group Annual Meeting 2018 nanti.

Kegiatan verifikasi dan evaluasi juga dihadiri Tim Inspektur Navigasi Penerbangan, Subdirektorat Standardisasi Bandar Udara, Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara, Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, serta General Manager Perum LPPNPI (Airnav) Cabang Denpasar. (dar)