Songket Bordir masih tetap Populer

313

Denpasar (Bisnis Bali) – Jenis kain songket bordir yang berbahan dasar kain katun masih populer hingga saat ini, sehingga mendorong melesatnya penjualan. Hal tersebut terjadi di beberapa toko busana adat Bali yang ada di Kota Denpasar.

Salah satu butik, Bhumimi Kebaya, mencatat penjualan jenis kain tiruan tenun songket ini cukup banyak tiap bulannya. Owner Bhumimi Kebaya, Mirah Krsnayanthi, mengakui, dibandingkan jenis kain lainnya seperti batik yang juga menjadi tren penggunaan saat ini,  songket bordir masih lebih unggul. Dikatakannya, inovasi pun terus bermunculan, mulai dari motif hingga warna yang menambah ketertarikan masyarakat.

Motifnya yang menarik, dengan pilihan warna beragam membuat jenis kain yang digunakan sebagai bawahan dan biasanya sebagai teman kebaya ini menjadi pilihan. Selain itu, jenis kain ini yang sepintas menyerupai tenun songket asli membuat ketertarikan masyarakat kian tinggi.

“Kain ini tidak hanya digunakan pada acara-acara biasa, dengan motifnya yang mewah, pasangan pengantin pun kerap menggunakannya saat melangsungkan upacara pernikahan,” ujarnya.

Songket bordir ini tidak saja untuk perempuan, namun juga tersedia untuk pria yang satu set dengan destar (udeng). Dijelaskannya untuk songket bordir pria  digunakan sebagai saput.

“Biasanya ini juga ada yang couple dengan motif dan warna yang sama bagi pria dan wanita,” katanya.

Disinggung soal harga, Mirah mengatakan untuk kain songket bordir ini dihargai mulai Rp150.000 per potong dan untuk pembelian couple Rp350.000 per set. Satu set couple terdiri dari 1 kamben untuk wanita dan 1 saput ditambah udeng untuk pria.

Pemilik butik lainnya, Rhea Cempaka, mengatakan, penjualan songket bordir ini cukup laris di tempatnya. Dia yang juga menjual kain tenun asli ini pun mengaku beberapa konsumen ada yang memilih songket bordir dengan harga lebih terjangkau.

“Terkadang konsumen kan banyak pilihan, pingin punya banyak jenis juga. Jadi yang bordir juga banyak permintaan,” imbuhnya.  (wid)