Tabanan ( Bisnis Bali) – Industri tekstil dan produk tekstil ( TPT) Bali memiliki peluang terbuka terimbas perkembangan pariwisata. Hal ini mesti dimanfaatkan dengan baik oleh produsen. Tak hanya menggenjot inovasi tapi juga memunculkan merek – merek lokal yang unik didukung promosi digital yang efektif dan efisien. Demikian diungkapkan, Owner Samsara Tekstil, Hero, Kamis (23/8).

Inovasi produk tekstil antara lain denganĀ  mengembangkan desain dan motif baru untuk busana pantai, pesta, dan yang bernuansa formal lainnya. Demikian dengan merek – merek lokal yang menarik diharapkan makin meningkatkan minat beli wisatawan.

” Ini tantangan dan peluang bagi pebisnis TPT Bali,” ungkapnya.

Selama ini, penyedia busana untuk para wisatawan tak hanya produsen tekstil Bali. Namun banyak yang dari luar dan bahkan produk impor. Ini tentu tak pas karena wisatawan yang datang ke Bali memang seharusnya ditawarkan produk lokal yang khas.

“Dimana kekhasannya kalau wisatawan datang ke Bali kalau akhirnya membeli produk impor. Ini tentu lucu,” imbuhnya.

Seni budaya Bali serta keindahan alamnya menurutnya bisa jadi sumber imajinasi menciptakan motif serta merek – merek lokal yang khas. Dengan cara ini industru TPT Bali akan mampu menggaet minat beli wisatawan. Berkembangnya industri TPT akan menggeliatkan usaha artshop dan butik – butik di objek wisata. Ini tentu juga menguntungkan masyarakat Bali yang terlibat sebagai penjual.

Pebisnis TPT Aryawati menambshkan bisnis busana pantai tak kalah ramai peminat karena memang jadi kebutuhan. Mulai dari kain, bikini, dan lainnya. Dengan menjaga kualitas produk tentu harga jual bisa lebih dipacu. Imbas pariwisata terhadap bisnis TPT merupakan suatu yang terus berkembang.

Karena itu tantangan produsen TPT Bali adalah kreatif menciptakan profuk baru dan sesuai kebutuhan pasar. Tak kalah penting adalah memunculkan merek khas Bali yang sudah pasti disukai wisatawan. (gun)