Home Industri tanpa MSG, Bidik Pasar Luas

36

Singaraja (Bisnis Bali) – Usaha home industri atau bisnis rumahan termasuk dalam usaha yang tak memerlukan modal besar ketika memulainya. Home industri cenderung berawal dari bisnis sampingan berkembang menjadi usaha yang menghasilkan profit cukup lumayan.

Seperti di salah satu home industry milik Luh Wiradi di kawasan Desa Anturan Singaraja. Beberapa produknya seperti keripik sukun, keripik pisang, keripik keladi, keripik singkong, opak singkong yang mengusung konsep produk organik tanpa MSG mampu menembus pasar luas khususnya outlet – outlet makanan organik dan pusat oleh – oleh khas Bali.

Usaha yang digelutinya dari 2014 ini sudah memiliki sejumlah pelanggan tetap dengan pesanan mencapai ratusan bungkus setiap dua minggu sekali. Dikatakan dirinya memproduksi keripik apabila ada pesanan, mengingat produknya yang tanpa menggunakan bahan pengawet dan penguat rasa tentu memiliki daya tahan yang tidak lama.

Meski sejumlah produk makanan cenderung menggunakan MSG untuk memperkuat rasa pada makanan. Namun khusus produknya cukup menggunakan bumbu atau rempah – rempah khusus seperti bawang putih dan kunyit untuk pewarna. Bahkan khusus untuk kripik singkong dirinya cenderung menggunakan singkong kuning agar mendapatkan warna kuning alami .

“Biasanya kami terima order dua minggu sekali, sekali pengiriman untuk satu outlet mencapai 100 bungkus,”katanya.

Untuk bisa menembus pasar luas khususnya market organik selain dilihat dari kualitas bahan baku dan strelilisasi tempat produksi juga diperlukan pengemasan yang menarik serta ijin jaminan usaha makanan atau minuman rumahan yakni PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga). Karena itu setiap produknya dikemas sedemikian rupa dengan label “Warung Luh Buleleng” lengkap dengan keterangan masa kadaluarsa produk itu sendiri.

“Kita produksi yang sesuai permintaan konsumen dan murni tidak menggunakan bahan pengawet atau pemanis buatan,”jelasnya. (ira)