TINJAU STAN -Megawati didampingi Bupati Eka sempat meninjau sejumlah stan UMKM di ajang Tanah Lor Art and Food Festival.

Tabanan (Bisnis Bali) – Ajang Tanah Lot Art and Food Festival II yang digelar selama tiga hari sejak 18 Agustus lalu, Senin (20/8) kemarin ditutup. Penutupan dilakukan mantan Presiden Republik Indonesia, Megawati Soekarno Putri.

Kedatangan Megawati disambut Bupati Tabanan Ni Pita Eka Wiryastuti, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Ketua DPRD Bali, I Nyoman Adi Wiryatama, Nyonya Bintang Puspayoga. Hadir pula Guruh Soekarno Putra.

Megawati dalam sambutannya mengungkapkan, mengapresiasi ajang Tanah Lot Art and Food Festival II. Sebab, memang ajang festival seperti ini harus dilakukan secara terus menerus dalam rangka meningkatkan angka kunjungan wisatawan, sekaligus untuk memperkuat indentitas atau budaya bangsa.

“Seharusnya Bali melalui pemerintah daerah harus terus menggelar festival. Sebab, itu juga sebagai ajang memperkuat identitas budaya bangsa,” tuturnya.

Memperkuat identitas bangsa ini penting, jangan sampai Bali itu nanti hanya tinggal namanya saja, namun isinya atau budayanya tidak mencerminkan keasliannya. Katanya, jangan sampai Bali seperti Hawai yang sudah hampir punah budaya lokalnya.

“Culture harus dibuat oleh masyarakat, bukan dijajakan di hotel, dan acara-acara. Namun, spontanitas karena masyarakatnya menciptakan seni budaya,” ujarnya.

Sementara itu, terkait festival, Megawati sempat mengkritik bahasa  yang dipakai bahasa asing. “Kenapa mesti bahasa asing, kenapa tidak bahasa Indonesia saja, Tanah Lot  Seni dan  Makanan Festival,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, Megawati juga menyempatkan diri melihat pameran kerajinan khas Tabanan, kuliner sekaligus menikmati musik mandolin Gita Baskara dari Pujungan, Pupuan sambil  menikmati kuliner yang disajikan.

Sementara itu, Bupati Eka mengungkapkan ucapan selamat datang dan mengaku sangat gembira dengan kehadiran Megawati. “Saya sebenarnya berharap ibu bisa datang saat pembukaan sekaligus membuka acara, tapi syukur hari ini bisa datang. Rasa kangen saya terobati,” pungkasnya.

Selama ajang Tanah Lot Art and Food Festival II mampu menarik angka kunjungan wisatawan hingga 50 ribuan pada hari pertama pembukaan. Jumlah tersebut tidak hanya dari kalangan wisatawan domestik (wisdom), namun juga wisatawan mancanegara (wisman). Artinya, ajang ini mengangkat citra pariwisata Kabupaten Tabanan, khususnya Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot.

“Bercermin dari kondisi itu, saya yakin Tabanan yang sejahtera, aman, berprestasi (Serasi) bisa terhujud,” tegasnya. (man/adv)