Perkembangan Fintech jadi Tantangan Perbankan

27

Gianyar (Bisnis Bali) – Pesatnya pertumbuhan industri financial technology (fintech) bisa menjadi tantangan utama bagi sektor perbankan. Direktur Utama BPR Kanti, Made Arya Amitaba Senin (20/8) mengatakan, untuk optimalkan penyaluran kredit, bank perkreditan rakyat (BPR) bisa belajar dan bekerjasama dengan industri fintech.

Fintech menurutnya pantas diberikan apresiasi karena memiliki kredit bermasalah (NPL) yang rendah yakni di bawah 1 persen.

BPR bisa saja bekerjasama dengan industri fintech. Bukan tabu BPR menjalin MoU dengan industri fintech. BPR dan industri fintech sama-sama menjalankan fungsi intermediasi. Bisnis fintech sudah mampu melayani pinjaman maupun penghimpunan dana.

Menurutnya, melalui jalinan kerjasama, akan ada transfer pengetahuan antara BPR dengan industri fintech. Bahkan ada transfer teknologi antara fintech dan BPR. Akan ada pertukaran informasi data nasabah melalui kerjasama fintech dan BPR. Permohonan kredit nasabah yang tidak mampu dicover BPR bisa diserahkan ke fintech.

Made Arya Amitaba menambahkan MoU antara BPR dengan fintech merupakan kerjasama saling menguntungkan. Ini tidak akan merugikan salah satu pihak. “Kerjasama BPR dan fintech adalah kerjasama jangka panjang,” ucapnya. (kup)