Denpasar (Bisnis Bali) – Masyarakat dan kalangan investor kini bisa melakukan pemesanan Savings Bond Ritel (SBR) seri 004 secara online melalui enam bank nasional dan mitra distribusi lainnya. Dengan modal mulai Rp1 juta, masyarakat bisa berinvestasi di obligasi dengan suku bunga tinggi.

 “Minimum pemesanan Rp1 juta atau kelipatannya dan maksimum pemesanan Rp3 miliar,” kata Humas BNI Wilayah Bali, NTB & NTT, Agung Setyanto di Sanur, Senin (20/8).

Mulai 20 Agustus 2018, masyarakat ritel sudah bisa melakukan pemesanan SBR004.

“Agar nasabah dapat melakukan pemesanan di mobile banking atau internet banking, perlu dibuatkan single investor identification atau SID dan Subreg di Customer Service BNI di outlet terdekat,” katanya.

Menurutnya, SBR merupakan obligasi negara yang dijual kepada individu atau perorangan warga negara Indonesia melalui agen penjual di pasar perdana domestik yang tidak dapat dipasarkan di pasar sekunder.

Bunga yang diterapkan mengambang dalam arti besaran kupon SBR akan disesuaikan dengan perubahan suku bunga acuan Bank Indonesia atau 7 Days Reverse Repo Rate tiap tiga bulan sekali. Pemerintah memberikan tingkat kupon SBR004  mencapai 8,05 persen per tahun yaitu dari penjumlahan BI 7DRR yang saat ini 5,5 persen ditambah spread tetap 255 bps atau 2,55 persen. Waktu jatuh tempo ditetapkan pada September 2020.

“Kupon dibayarkan setiap bulan dan besarannya mengambang (floating) dengan batas minimum yang direview tiap tiga bulan,” tegasnya.

Hal sama disampaikan pihak BRI melalui informasi tertulis, jika SBR004 sudah bisa dibeli secara online dan kapan saja. Daftar bisa melalui sbn.bri.co.id. Keuntungan SBR004 pencairan sebagian sebelum jatuh tempo, pembayaran kupon per bulan tiap tanggal 20 ke rekening, direct gift 0,1 persen dari nominal pembelian hingga bebas biaya pembukaan rekening surat berharga dan kustodian atau penyimpanan sampai dengan jatuh tempo.

Sebelumnya Priority Banking Officer BRI Kanwil Denpasar Winfried mengatakan, SUN Ritel SBR 004 optimis bisa sesuai target mengingat tingginya minat masyarakat saat SBR 003. Ia pun menilai pasar anak muda potensial mengingat transaksi secara online dan tidak perlu ke bank.

Sementara itu Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan RI I Gede Yuddy Hendranata mengatakan, instrumen investasi ini sekaligus dapat bermanfaat membantu negara karena dananya akan digunakan untuk pembangunan negara.

Melalui penawaran SBR004 merupakan kebijakan pemerintah melalui utang merupakan satu alternatif  dalam mengakselerasi pembangunan. Kebijakan  pemerintah berutang tidak hanya didasari kondisi di mana belanja pemerintah yang lebih besar dibanding  penerimaan, namun juga untuk menjaga momentum pembangunan di beberapa sektor prioritas, yakni  infrastruktur dan sumber daya manusia.

“Pembelian produk investasi yang dijamin pemerintah ini hanya bisa dilakukan pada periode penawaran SBR004 pada 20 Agustus- 13 September 2018,” jelasnya.

Ia berharap SBR 004 bisa mencapai target leih tinggi dari SBR 003 tahun lalu. Optimisme tersebut karena banyak investor yang belum bisa membeli SBR 003 karena masa penawaran yang singkat di tengah penggunaan pembelian dengan sistem online.

“Tahun lalu SBR 003 mampu menyerap lebih dari Rp1,93 triliun dari target Rp1 triliun,” ucapnya. (dik)