Mangupura (Bisnis Bali) – Potensi kesulitan likuiditas selalu membayangi operasional bank perkreditan rakyat (BPR). Untuk menghadapi kondisi tersebut, Ketua Yayasan Perbarindo Bali, Nyoman Sunarta Jumat (17/8) berharap dukungan Apex BPR, bisa membantu lembaga perbankan tersebut.

“Apex BPR untuk BPR saat ini masih pegang Bank Andara. Ini melalui kesepakatan Bank Andara melalui kesepakatan Andara Bersama BPR (ABB),” ungkap Nyoman Sunarta.

ABB dalam fungsi sebagai Apex BPR memang dipersiapkan memperkuat likuiditas BPR. Ini terutama BPR yang berada dalam kondisi miss match (kesulitan likuiditas).

Belakangan ini ada  BPR di Bali dalam kondisi miss match. Ini sudah dibantu Apex BPR melalui ABB. Hampir 90 persen dari 136 BPR di Bali mengikuti ABB. Setiap anggota ABB wajib menyetor dana bersama yang dikelola ABB.

Sementara bank Andara juga wajib menyertakan modal untuk memperkuat ABB membantu BPR yang mengalami kesulitan bersama.

Menurutnya, BPR anggota ABB di Bali belum-belum memanfaatkan dana setoran bersama. Ini bisa dimanfaatkan BPR secara bergulir guna memperkuat ABB.

Selain ABB,  BPD Bali juga berpeluang menjadi Apex BPR.  Dengan modal lebih kuat BPD bisa membantu BPR yang dalam kondisi miss match. (kup)