Denpasar (Bisnis Bali) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kredit perbankan di Bali hingga Juni 2018 mengalami pertumbuhan 4,44 persen dengan rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) 3,73 persen. Kendati NPL semester I lebih tinggi dibandingkan kondisi Desember 2017 mencapai 3,42 persen, penyaluran kredit di beberapa kabupaten ada peningkatan.

“Peningkatan penyaluran kredit terbesar ada di Kabupaten Buleleng mencapai 16,55 persen, Klungkung 10,68 persen dan Bangli 7,69 persen,” kata Kepala OJK Regional 8 Bali NTB dan NTT, Hizbullah.

Penyumbang tiga besar sektor dengan NPL tertinggi yaitu pertambangan dan penggalian mencapai 10,72 persen, kegiatan usaha yang belum jelas batasannya 8,83 persen dan  jasa perorangan yang melayani rumah tangga 7,70 persen.

Di Bali terdapat 55 bank umum, termasuk 2 Bank Umum yang berkantor pusat di Bali yaitu PT BPD Bali dan PT Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap). Total jaringan kantor bank umum yaitu 700 kantor yang tersebar di seluruh wilayah Bali. Sebanyak 249 jaringan kantor atau 35,57 persen berada di Kota Denpasar dan 149 jaringan kantor atau 21,29 persen berada di Kabupaten Badung.

Sementara BPR ada 136, termasuk 1 BPR Syariah. Berdasarkan kepemilikan, dari 136 BPR di wilayah Bali, 3 BPR merupakan BPR milik pemerintah daerah yang berbadan hukum Perusahaan Daerah (PD), sedangkan 133 BPR lainnya merupakan BPR milik swasta yang berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT). Jaringan kantor BPR 324 kantor yang juga tersebar di seluruh wilayah Bali di mana 110 jaringan kantor atau 33,95 persen berada di Badung, 61 jaringan kantor atau 18,83 persen berada di Gianyar dan 51 jaringan kantor atau 15,74 persen berada di Denpasar. (dik)