Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana

Denpasar (Bisnis Bali) – Bisnis sewa kantor di Denpasar dan Kabupaten Badung, Bali, diperkirakan tetap tumbuh hingga akhir tahun 2018 seiring banyaknya pelaksanaan kegiatan skala internasional di daerah itu. Kondisi ini juga dilihat dari stabilnya bisnis ini pada triwulan kedua dilansir dari antara.

“Tingkat hunian perkantoran sewa mengalami kenaikan sebesar 0,74 persen dibanding triwulan sebelumnya,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana di Denpasar.

Dalam survei perkembangan properti komersial yang dilakukan bank sentral itu, disebutkan total pasokan ruang perkantoran sewa di Bali mencapai 4.700 meter persegi. Dari jumlah itu, tingkat hunian mencapai 60,74 persen atau naik 0,74 persen jika dibandingkan triwulan sebelumnya.

“Masih ada kekosongan ruang hunian mencapai 1.845 meter persegi,” ucapnya.

Rata-rata harga sewa dasar ruang perkantoran di dua daerah itu mencapai Rp162.500 persegi per bulan, masih sama dengan triwulan pertama tahun 2018. Ukuran ruang perkantoran sewa yang paling diminati saat ini, lanjut dia, yakni ruang dengan ukuran yang relatif kecil dan sedang, dengan kisaran luas 50m2 hingga 100m2.

Bank sentral itu memprediksi pasokan ruang perkantoran tidak mengalami perubahan karena belum ada gedung perkantoran komersial baru. Salah satu kegiatan internasional yang akan dilaksanakan di Nusa Dua, Bali, yakni pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia, 8-14 Oktober 2018.

Pertemuan itu dijadwalkan dihadiri sekitar 15 ribu delegasi dari 189 negara terdiri dari kepala negara, menteri keuangan, gubernur bank sentral, pelaku usaha, media, akademisi, lembaga swadaya masyarakat dan instansi lainnya. (grd)