Denpasar (Bisnis Bali) – Pascakebakaran di Pasar Anyar Sari membuat beberapa pedagang tak dapat beraktivitas seperti biasanya khususnya pedagang di kios dan los di blok I dan II. Untuk sementara sebagian pedagang telah mengambil tempat seadanya.

Berdasarkan pemantauan langsung, Senin (13/8), kebakaran yang terjadi Sabtu (11/8) lalu membuat sebagian barang dagangan tak tersisa terutama peralatan upacara. Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Kota Denpasar, Ida Bagus Kompyang Wiranata, mengatakan, pihaknya memberikan kesempatan para pedagang yang ingin kembali berjualan untuk mengambil tempat yang nyaman.  Pihaknya pun tidak memungut iuran kepada pedagang yang terkena dampak untuk saat ini.

“Kami juga tidak menyediakan tempat, hanya menyarankan untuk memilih tempat  yang nyaman untuk sementara waktu,” jelasnya.

Disinggung terkait relokasi, Kompyang Wiranata mengatakan, masih menunggu anggaran dari perubahan, sesuai kesepakatan dalam rapat. Pihaknya juga akan melihat situasi, jika seandainya menunggu anggaran perubahan tersebut lama, ada pilihan lain yaitu membuat pra relokasi.

“Kami akan upayakan menyediakan tempat agar aktivitas jual beli bisa berlangsung, sambil menunggu relokasi murni sudah bisa dilakukan,” ungkapnya.

Selain itu, PD Pasar juga mengusulkan relokasi bisa dilakukan dengan menganggarkan dana dari PD Pasar. “Namun kami tetap menghormati keputusan hasil rapat, dengan melihat perkembangan selanjutnya,” ujarnya.

Keinginan pedagang agar sesegara mungkin bisa melakukan aktivitas jual beli kembali. Selain itu, dia mengatakan, perekonomian pedagang yang bukan masuk katagori menengah ke atas, tentunya relokasi harus segera dilakukan, mengingat berjualan menjadi mata pencaharaian pokok bagi sebagain besar pedagang.

Sementara itu, Asisten I Setda Kota Denpasar, I Made Toya, menuturkan, mekanisme relokasi bagi pedagang yang masuk katagori bencana ini tak bisa dilakukan dengan segera, mengingat ada aturan-aturan yang harus diikuti terlebih dahulu.  Dana akan dianggarkan melalui Dinas PUPR, yang kemungkinan persetujuan baru bisa dilakukan pada September atau Oktober nanti.

“Pada intinya Pemerintah Kota Denpasar siap membantu untuk sesegara mungkin, namun ada regulasi-regulasi yang harus kami ikuti,” ujarnya. (wid)