Denpasar (Bisnis Bali) РGempa bumi di Nusa Tengara Barat (NTB) tak berdampak pada operasional sektor perbankan tapi berdampak secara psikologis kepada masyarakat dan sektor usaha di Bali. Sekretaris DPD Perbarindo Bali, Ketut Komplit Minggu (12/8) mengatakan sektor perbankan khususnya bank perkreditan rakyat (BPR) mesti memberikan pengamanan terhadap berkas dan asuransi dan  melindungi keamanan berkas dan jaminan nasabah menghadapi kondisi force majeure.

Dampak psikologis gempa di NTB, ini mesti disikapi BPR dengan pengamanan berkas nasabah berkaitan kemungkinan ancaman gempa bumi. Pengamanan file nasabah mesti diikuti dengan memastikan asuransi. Kondisi ini untuk memastikan operasional BPR berjalan dengan baik.

Dampak gempa di NTB paling dirasakan sektor pariwisata di Lombok. Sektor pariwisata di Bali belum merasakan dampak bencana alam di NTB. ¬†“Ketika bencana gempa bumi berlangsung lama akan memicu pengeluaran travel warning untuk Indonesia,” ucapnya.

Ekonomi Bali sangat ditopang sektor pariwisata. Sama halnya nasabah BPR memang lebih banyak bergerak di sektor pariwisata. Sektor pariwisata Bali diharapkan tetap berlangsung aman dan nyaman. Ia melihat wisatawan yang dari lombok banyak dialihkan ke Bali.

Ketut Komplit menambahkan Bali Oktober 2018 juga akan menjadi tuan rumah pelaksanaan konvensi IMF-World Bank. Kondisi Bali diharapkan tetap kondusif sehingga even internasional berjalan baik dan berdampak pada perekonomian Bali. Sektor usaha menggeliat dan sektor perbankan akan tumbuh. (kup)