Produk Batu Padas Desa Gerih Dilirik Pasar Ekspor

30

Mangupura (Bisnis Bali) – Tren global yang cenderung kembali ke alam memberi dampak menguntungkan bagi sejumlah pelaku usaha batu padas di Bali saat ini. Salah satunya, perajin batu padas dari Desa Gerih, Abiansemal, Badung yang telah menembus pasar Asia hingga Eropa dengan omzet penjualan puluhan juta rupiah tiap bulan.

Eksportir batu padas sekaligus pimpinan Bali Tantri, Wayan Winasa, Desa Gerih kecamatan Abiansemal, Badung, mengungkapkan, selama ini hasil kerajinannya lebih banyak dipasarkan ke luar negeri (ekspor). Diantaranya, merambah Amerika Serikat, Eropa,India, Jepang, dan Ausralia. Imbuhnya, dari ekspor tersebut rata-rata mampu mengantongi omset penjualan Rp 45-85 juta per bulan, dengan rata-rata keuntungan sekitar Rp15-25 juta per bulan.

“Industri kecil patung batu ini menjadi sumber pendapatan bagi sebagian penduduk setempat. Namun, saat ini penjualan ekspor patung batu padas masih dilakukan secara tidak langsung. Yakni melalui perantara (baik Guide, pedagang besar) yang ada di Bali,” tuturnya.

Jelas Winasa yang juga mendapat pendampingan dari tim Program Pengembangan Produk Ekspor (PPPE) Universitas Mahasaraswati Denpasar, Desa Gerih Kecamatan Abiansemal merupakan wilayah Kabupaten badung yang mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani dan pedagang. Sebelum menekuni kerajinan batu padas, ia merupakan pembuat Belong (semacam tempat air tradisional Bali), kemudian sejalan dengan pesatnya perkembangan sektor pariwisata di Bali beralih merintis usaha kerajinan patung padas cor.

“Awal berdirinya sekitar 18 tahun lalu sebagai usaha keluarga hanya memproduksi belong dan pot bunga dengan ukuran sesuai pesanan. Kemudian beralih menjadi perajin batu padas,” ujarnya. (man)