Denpasar (Bisnis Bali) – Tiap tahun minat masyarakat bekerja di Kapal Pesiar kian meningkat, terutama generasi muda. Hal tersebut dibuktikan dengan makin pesatnya keberadaan sekolah atau setingkat lembaga pelatihan kompetensi (LPK) di beberapa wilayah di Bali, terutama Denpasar dan Badung.

Ketua Cabang Bali Kesatuan Pelaut Indonesia, Dewa Putu Susila, mengatakan, data jumlah pelaut dari KPI secara pasti tidak ada. Namun dilihat dari sekolah-sekolah berbasis LPK hampir di seluruh wilayah di Bali ada, dan selalu terisi. “Hal itu menunjukan jumlah peminat bekerja ke Kapal Pesiar cukup tinggi. Dan memang peminatnya luar biasa dilihat dari lamaran yang diajukan kepada agency,” ungkap pria yang juga sebagai pemiliki salah satu perusahaan agency kapal pesiar ini di Sanur Minggu (12/8).

Saat ini diperkirakan ada sekitar 18 sekolah berbasis LPK di Bali yang siap mendidik tenaga kerja untuk berangkat ke Kapal Pesiar. Setelah menamatkan diri dari LPK, tenaga kerja pun siap direkrut agency yang selanjutnya siap diberangkatkan.

Peluang bekerja di kapal pesiar masih sangat tinggi. Hal tersebut dikarenakan tiap tahunnya perusahaan kapal pesiar selalu menambah armada atau kapal baru, yang membuat peluang kerja kian bertambah. Namun menurutnya yang jadi permasalahan saat ini adalah kualitas SDM yang sangat perlu ditingkatkan.

Untuk mampu bekerja di Kapal pesiar ada dua hal yang sangat mendasar harus dimiliki SDM yaitu fasih berbahasa inggris serta memiliki pengalaman kerja di hotel berbintang. “Untuk pengalaman kerja bisa disiasati dengan mengambil training bagi tenaga kerja yang akan diberangkatkan, sehingga LPK harus memiliki jaringan atau kerjasama yang kuat dengan hotel berbintang,” ujarnya.

Selain itu, tanggung jawab LPK adalah mencetak tenaga kerja yang fasih berbahasa inggris, sehingga harus dilakukan dengan serius. Dia mengatakan masih banyak lulusan yang belum mampu, sehingga banyak yang kesulitan bahkan sudah melakukan persiapan (pembayaran) tidak bisa berangkat, karena kurangnya 2 kompetensi tersebut.

Menurutnya, hal lainnya yang wajib dimiliki tenaga kerja bukanlah hal yang sulit didapatkan, seperti keandalan dalam mengatasi masalah di laut diantaranya upaya penyelamatan diri dan lainnya. “Untuk dokumen, ada 4 yang harus dimiliki tenaga kerja yaitu paspor, buku pelaut, sertfikat crowd management and crisis management (CCM) dan security anad asafety awareness training (SSAT). Dan itu didapatkan di luar pendidikan di LPK,” ujarnya.  (wid)