Singaraja (Bisnis Bali)  – Dalam rangka memeriahkan HUT Proklamasi Republik Indonesia  ke – 73, Kabupaten Buleleng menggelar berbagai perlombaan dan hiburan, salah satunya lomba gerak jalan. Mulai dari Gerak Jalan tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga tingkat perguruan tinggi yang di ikuti berbagai instansi maupun lembaga yang ada di Kabupaten Buleleng.

Yang menarik, dalam perayaan tahun ini Pemkab Buleleng menggelar Lomba Gerak Jalan Kocak dan Kreatif, yang diikuti 22 peserta. Lomba dilepas Wakil Bupati Buleleng dr I Nyoman Sutjidra, Sp OG, ditandai membunyikan ceng – ceng (alat musik tradisional bali)  di garis start depan Taman Kota Singaraja, jalan Ngurah Rai Singaraja, Jumat  (10 /8) siang.

I Nyoman Sutjidra mengatakan, lomba gerak jalan kocak dan kreatif ini pertama kali diselenggarakan di Kabupaten Buleleng. Lomba ini diharapkan memberikan ruang dan kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat, baik tua maupun muda termasuk kaum waria, sehingga mampu memberikan tontonan yang menarik serta hiburan yang segar bagi masyarakat Buleleng. Dalam

“Saya berharap kepada dewan juri, agar memberikan penilaian yang betul – betul obyektif, sehingga nantinya tidak menimbulkan adanya rasa kurang puas bagi peserta yang tidak memperoleh juara,” pinta Wabup Sutjidra.

Sementara itu Ketua KONI  Kabupaten Buleleng,  Nyoman Arta Widnyana selaku kepala seksi olahraga panitia tetap HUT Proklamasi RI Ke 73, mengatakan, lomba gerak jalan kocak dan kreatif ini menempuh jarak sepanjang 2 kilometer, dengan rute Jln. Ngurah Rai menuju Jln. Pramuka, Jln. Ahmad Yani, Jln. Dewi Sartika kemudian ke Jln. Tasbih, dan tiba di garis  Finish di Jln. Udayana depan GOR Bhuana Patra Singaraja.

Juara di ajang ini mendapatkan uang tunai sebesar Rp15 juta  disusul Rp12 juta dan Rp10 juta untuk juara kedua dan ketiga. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnya turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya gerak jalan ini yang merupakan pertama kalinya diadakan di Buleleng.

“Kita lihat karakter warga di Buleleng yang humoris dan lebih terbuka jadi gerak jalan ini cukup mewakili buktinya banyak masyarakat yang ikut serta penonton juga sangat antusias,”jelas Suradnyana.  (ira)