Tabanan (Bisnis Bali) – Posisi Geografis Kabupaten Tabanan yang sangat strategis dan memiliki hamparan sawah serta pantai yang luas, dan banyak mempunyai tempat wisata, sehingga dijuluki Lumbung Pangannya Bali. Tabanan tak hanya memberikan dukungan moral kepada petani juga memberikan fasilitas sarana produksi yang dianggarkan dalam APBD dan APBN.

Tabanan juga memiliki pabrik minuman beralkohol yang merupakan produk daerah yang tersebar di empat Kecamatan, yaitu Kediri, Tabanan, Kerambitan, dan Selemadeg Timur sebanyak enam perusahaan minuman beralkohol, dengan total Kapasitas produksi 17.000 kilo liter/tahun. Telah adanya Perda yang melindungi petani dan belayan di Tabanan, menarik minat daerah lain untuk belajar ke Tabanan.

Kali ini, Kabupaten Minahasa Selatan tertarik mempelajari tentang minuman beralkohol di Tabanan. Tabanan dipandang telah berhasil melaksanakan pengembangan potensi minuman beralkohol dan layak untuk dipelajari.

“Dibutuhkan berbagai strategi, terobosan, masukan dan perbandingan dengan daerah yang telah berhasil mewujudkannya,” jelas Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu saat diterima di ruang kerja Bupati Tabanan, Jumat, (10/8).

Hadir pula pada kesempatan tersebut Sekkab Minahasa Selatan Danny H. Rindengan beserta rombongan OPD di Lingkungan Pemkab Minahasa Selatan ditemani Sekkab Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa beserta OPD terkait di Lingkungan Pemkab Tabanan, dengan harapan akan ada saling tukar-menukar informasi.

Chris juga memuji pengelolaan Bumda dan Bumdes yang merupakan inovasi kreatif di Tabanan. Ia juga sangat terkesan dengan apa yang dilakukan Bupati Tabanan tentang Perlindungan Petani dan Nelayan, bahkan sudah dituangkan di dalam Perda.

“Kami akan datang lagi dan belajar di sini tentang perda perlindungan petani dan nelayan. Ini sangat menarik bagi kita untuk kita laksanakan di Minahasa Selatan,” tegasnya.

“Kami dihidangkan the beras merah Tabanan. Wah enak sekali ya. Banyak inovasi yang dikembangkan Tabanan. Ini sangat healthy, sangat baik untuk kesehatan. Ini bagus dan menjadi inspirasi kami di Daerah untuk melakukan hal yang sama.”

Mengenai hal tersebut, Bupati Eka itu sangat menyambut baik keinginan dari Bupati Minahasa Selatan untuk melakukan pertukaran ilmu di Kabupaten Tabanan.

“Pertama, kalau yang namanya belajar itu gak boleh berhenti. Trus kedua, setiap daerah pasti punya keunggulan masing-masing. Jadi Kita mau berbagilah. Apa yang bisa diambil dari Minahasa  Selatan yang dibawa ke Tabanan, begitupula Tabanan apa yang bisa kita tularkan untuk Minahasa Selatan biar maju dan minimal bisa mensejahterakan rakyatnya,” ungkap Bupati Peraih Harmony Awards itu.

“Kita sama dua periode, jadi kita harus sama-sama. Mudah-mudahan selama 2 periode ini, kita sukses memimpin dan menjadi harapan dan bisa mengangkat harkat derajat masyarakat,” harap Srikandi Cantik Asal Tegeh, Angseri ini.

Ia berharap, pertemuan antara dua bupati perempuan ini bisa menjadi inspirasi bagi perempuan. “Perempuan sekarang itu hebat-hebat. Jadi harapan saya ke depan banyak lahir pemimpin perempuan. Karena perempuan itu mimpinnya pake hati, teliti, detail, cerewet gitu kan? Tapi gak apa-apa cerewet, untuk hasil kan gak masalah. Perempuan itu kan lebih ngemong, lebih sabar, banyak plusnyalah. Mudah-mudahan nanti banyak lahir pemimpin pemimpin perempuan di Indonesia ini,” jelas Eka. (man)