Kintamani (Bisnis Bali) – Festival Parade Baleganjur Kintamani 2 resmi dibuka ditandai pemukulan gong oleh Bupati Bangli I Made Gianyar bersama Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dan Forkompimda Kab.Bangli. Acara yang dipusatkan di Area Pasar Seni  Geopark  Kintamani Bangli ini, dijejali penonton lokal dan turis manca negara.

I Made Gianyar menyampaikan apresiasinya kepada seluruh komponen masyarakat yang turut mendukung terlaksananya Festival Parade Baleganjur Kintamani ini. Karena dengan  ini, Kintamani mampu melestarikan nilai seni dan budaya, yang secara langsung menjadi jembatan kreatifitas anak muda kearah positif. Untuk itulah Pemkab Bangli, melalui kecamatan memfasilitasi, bagaimana seni itu terus bergemuruh, bergerak seirama dengan gerak kehidupan manusia.

Made Gianyar yakin kegiatan ini menjadi multi effect yang memiliki banyak manfaat untuk masyarakat, jadikanlah  ajang ini untuk mempererat rasa menyama braya. “Karena seni juga merupakan media untuk memperkuat dan meningkatkan rasa persaudaraan di lingkungan masyarakat,” katanya.

Ia berharap kegiatan ini muncul dari bawah, yang betul-betul diinginkan masyarakat dan untuk masyarakat. Mengingat sulitnya mencari guru seni, Pemerintah Kabupaten Bangli dari dua tahun lalu telah menyiapkan beasiswa bagi dua orang di masing-masing desa pakraman  yang tidak memiliki sarjana seni kerawitan dan tari, untuk kuliah di ISI. “Ini merupakan  bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Bangli  terhadap pelestarain seni dan budaya,” lanjutnya.

Sementara itu Camat Kintamani I Wayan Dirga mengatakan, digelarnya kegiatan ini sebagai  bentuk wadah positif generasi muda dalam mempertahankan dan melestarikan seni budaya Bali. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, pada 8 – 9 Agustus 2018 yang diikuti sekitar 3.040 peserta se Kecamatan Kintamani. Masing-masing  desa menampilkan 2 persembahan atraksi, yaitu pentas baleganjur dan tari rejang renteng selama 15 menit, dengan kriteria penilaian kekompakan, busana dan koreografi/tari. (ita)