Denpasar (Bisnis Bali) – Lamanya kondisi Gunung Agung erupsi sulit ditebak. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, AA. Gede Yuniartha Putra Jumat (3/8) mengatakan, untuk menekan dampak erupsi Gunung Agung, pariwisata Bali tetap menggencarkan promosi pariwisata ke negara pasar.

Erupsi Gunung Agung belakangan ini tak banyak mempengaruhi kedatangan wisatawan mancanegara (wisman). “Walaupun kita ketahui di awal erupsi Gunung Agung sempat berpengaruh dengan kunjungan wisman. Dilihat perkembangan terakhir wisman mulai meningkat datang ke Bali. Hal ini diakibatkan promisi yang gencar yang dilakukan Indonesia dan Bali ke negara pasar,” ungkap AA Gede Yuniartha.

Dalam setiap promosi Indonesia ke negara pasar selalu disampaikan kondisi pariwisata Bali termasuk kondisi Gunung Agung. Hingga saat ini erupsi Gunung Agung tak mengganggu aktivitas masyarakat dan sektor pariwisata Bali. Terkecuali zona kawasan rawan bencana (KRB) yang telah ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan data Diparda Bali hingga Juni sudah 2,8 juta lebih wisman yang masuk ke Bali. Kedatangan wisman sampai Januari-Juni 2018 meningkat 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017. Ia meyakinkan pariwisata Indonesia bersama pariwisata Bali akan tetap berpromosi ke negara pasar. Ini merupakan bagian pencitraan dan peningkatan image pariwisata Bali.

Ditegaskannya, pemerintah ke depan tentu akan tetap mempromosikan even pariwisata di Bali. Ini termasuk mempromosikan pesta kesenian Bali (PKB). Ia menambahkan, promosi PKB dan pariwisata Bali ini melalui media sosial (medsos). Ini juga mengikuti promosi langsung ke negara pasar. “Untuk diketahui promosi pariwisata  Bali tidak boleh terputus,” tegasnya. (kup)