Bangli (Bisnis Bali) – Kehadiran kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Taman Campuhan Pancakatirta  diharapkan bisa meningkatkan kehadiran wisatawan ke daerah ini. Pengukuhan Pokdarwis yang dilakukan Bupati Bangli, I Made Gianyar berlangsung di jaba jero Taman Campuhan yang terletak di Desa Pakraman Sala, Desa Abuan, Susut Bangli.

Ketua PHRI Kabupaten Bangli Ketut Marjana menyampaikan pelaku wisata Kabupaten Bangli telah menghimpun diri dalam sebuah organisasi yang diberi nama Aliansi Kebangkitan Pariwisata Bangli.

“Kami nengharap melalui gerakan kebangkitan ini kita akan mulai menyusun rencana kerja dan langkah apa yang seharusnya dilakukan untuk kemajuan pariwisata Bangli kedepan. Dan kami sangat merasa bangga karena secara intens Bupati Bangli sangat mendukung gerakan ini dimana dalam setiap pertemuan selalu membahas bagaimana pariwisata Bangli ke depan,” ungkap Marjana.

“Mudah mudahan dengan pola yang akan di terapkan nanti akan mampu mengembalikan kejayaan Bangli dimasa lalu bukan hanya dengan Kintamaninya saja tetapi juga Kawasan Pendukung lainya yang semua itu bisa menjadi satu kesatuan paket wisata yang ada di Bangli.”

Bendesa Adat Sala, Ketut Kayana yang selaku ketua Pokdarwis menyampaikan, Pokdarwis adalah kumpulan dari masyarakat sadar wisata atau peduli dengan keberadaan dari potensi wisata yang ada di lingkungaannya masing masing. Sebelumnya wisata taman campuhan ini masih dikelola hanya untuk kebutuhan masyarakat setempat.  Sejalan perkembangan teknologi baik melalui media sosial, dari mulut-ke mulut wisatawan sudah berdatangan baik domistik maupun mancanegara yang ingin melakukan penglukatan (ruwatan). Karena itu tempat wisata ini sudha waktunya dikelola serius melalui wadah, lembaga atau organisasi  seperti Pokdarwis.

Lembaga ini merupakan kumpulan dari krama setempat yang anggotanya berasal dari perwakilan tiap pekarangan. “Dengan diresmikannya Pokdarwis ini pola kerja dari pengelolaan wisata spiritual Taman Pecampuhan Pancakatirta yang ada di desa Pakraman Sala bisa lebih terarah dan transparan,” katanya.

Sementara itu Bupati Bangli I Made Gianyar menyampaikan, konsep pembangunan Taman Setra yang ada di Desa Pakraman Sala ini merupakan wujud implementasi dari kehidupan beragama yakni pralina.

“Ini merupakan sesuatu hal yang patut kita tularkan sehingga penataan lingkungan tak hanya di wilayah yang kita tempati di alam nyata, tetapi juga seluruh lingkungan yang menjadi konsep ajaran agama yaitu kahyangan tiganya,” ujar Made Gianyar.

Di tempat ini sudah dilaksanakan pengembangan potensi alam berupa wisata spiritual dan Pokdarwisnya juga sudah dikukuhkan hal ini akan menjadi spirit untuk kita membangun dari desa. “Diharapkan ke depan hal ini menjadi gema yang luar biasa bagi Kabupaten Bangli dengan keunggulan Pariwisata alam dan Spiritualnya yang tidak ada duanya,”  harap bupati Gianyar. (ita)