Amlapura (Bisnis Bali) – Bank Indonesia memastikan persiapan International Monetary Fund-World Bank Annual Meeting (IMF-WB AM) pada 12-14 Oktober 2018 yang digelar di Nusa Dua, Bali mencapai 84 persen.

“Sisanya tinggal masalah teknis kecil,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Causa Iman Karana, usai berdoa di Pura Besakih Kamis (2/8). Dalam kesempatan tersebut juga hadir petinggi IMF dan Bank Dunia serta Gubernur Bali.

Cik biasa disapa mengatakan, berlangsungnya konferensi tahunan tingkat dunia ini akan memberikan manfaat bagi Bali dan Indonesia baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek. Manfaat jangka pendek bisa dirasakan Bali dari pelaksanaan proyek- proyek infrastrukstur berkaitan dengan mempelancar IMF-WB AM 2018.

“Manfaat dari pembangunan infrastur ini tidak semata-mata karena adanya IMF, namun akan dirasakan manfaatnya bagi Bali dan Indonesia jangka panjang pula,” ujarnya.

Ia mencontohkan, dari sisi proyek konstruksi untuk mendukung penyelenggaraan IMF- Bank Dunia untuk pembangunan Underpass Ngurah Rai, Pelabuhan Benoa, Patung Garuda Wisnu Kencana, dan Tempat Pembuangan Akhir Sampah Suwung yang bisa dirasakan manfaatnya jangka panjang.

Selain itu dari spending tamu yang datang kurang lebih mencapai 15.000 dan dari biaya panitia diperkirakan sekitar Rp4,6 triliun akan berputar di Bali.

“Total sekitar 15.000 tamu akan hadir dan diperkirakan hampir Rp1 triliun dana tersebut akan berputar jangka pendek di Pulau Dewata,” terangnya.

Menurutnya pertemuan tahunan tingkat dunia ini memang akan digelar pada 12-14 Oktober, namun pada 8 Oktober para delegasi seluruh dunia sudah mulai berdatangan dan sudah mulai ada kegiatan. Pertemuan akbar ini diprediksi akan ada sekitar dua ribu meeting yang akan digelar di berbagai tempat.

Sementara dari sisi manfaat jangka panjang, Iman optimistis MF-WB AM 2018  ikut mendukung pertumbuhan ekonomi di Pulau Dewata, termasuk daerah-daerah di luar Bali. Akan ada multiplier effect yang baik untuk pengenalan dan pemahaman tentang Indonesia. Dunia pariwisata akan tumbuh tidak hanya Nusa Dua dan Kuta semata, mengingat ada paket wisata ditawarkan seperti NTT, Sulawesi, Jawa maupun Sumatera mulai dari Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo dan lainnya.

Iman juga menilai suksesnya pertemuan ekonomi dan keuangan terbesar dunia ini maka Bali akan menjadi contoh dan Indonesia akan mendapatkan kepercayaan dunia menjadi tuan rumah dari serangkaian kegiatan MICE bertarap internasional.

 “Kepercayaan dunia terhadap Indonesia dan Bali khususnya itu yang mahal,” ucapnya. (dik)