Tabanan ( Bisnis Bali) – KPR merupakan fasilitas yang banyak dipilih konsumen perumahan karena jangka waktu kredit yang panjang.  Pengembang, Adi Wijaya menyampaikan, uang muka yang hanya 30 persen menjadi alasan lain kenapa KPR tetap menjadi pilihan masyarakat. Kesiapan konsumen menempuh KPR menentukan kelancaran ke depannya. Hal itu bertumpu pada kemampuan bayar dan pendapatan tetap yang dimiliki konsumen/debitur KPR.

Prospek investasi properti yang menjanjikan tentu akan menguntungkan konsumen karena umumnya kenaikan harga properti baru bisa kelihatan dalam kurun waktu 10 – 15 tahun.  Hal senada disampaikan marketing perusahaan properti Andini.

Rumah nonsubsidi tak kalah banyak dicari karena prospek investasi lebih cerah. “Hal ini akan memberikan edukasi kepada konsumen kalau KPR merupakan solusi terbaik untuk memiliki investasi rumah atau pun tanah kapling,” ujarnya. Saat ini suku bunga KPR berkisar 9,25 persen – 13 persen. Konsumen bisa menentukan pilihan sendiri mau menggunakan bank yang mana. (gun)