Amlapura (Bisnis Bali) – Forum IMF-World Bank 2018 tinggal menunggu waktu. Demi kelancaran, Gubernur Bali Made Mangku Pastika beserta petinggi IMF-World Bank Forum yang dihadiri Sekretaris IMF Jianhai Lin dan Wakil Presiden dan juga Sekretaris World Bank Ivone Tsikata menggelar persembahyangan bersama dan Matur Piuning di Pura Besakih, Karangasem, Kamis (2/8).

Selain itu juga hadir Kapolda Bali Irjen Pol Petrus R Golose, perwakilan dari Pangdam Udayana, serta Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, Pastika mengatakan bahwa acara ini merupakan inisiatif bersama, baik dari panitia pusat serta dari IMF dan World Bank yang bertujuan agar even internasional yang bergengsi ini bisa berjalan dengan baik.

“Istilahnya kita sekarang ke sini untuk Matur Piuning atau melaporkan kepada Tuhan, kepada para Dewa yang berstana di Bali, agar even besar ini bisa berjalan dengan lancar. Ini juga demi nama baik Bali, nama baik Indonesia ke depan,” ujarnya.

Ia mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut dalam penyelenggaraan persembahyangan kali ini.

“Kepada para pemangku saya ucapkan terima kasih atas bantuannya. Semoga apa yang akan kita laksanakan nanti akan secure dan diberkati oleh Tuhan,” imbuhnya. Pastika juga menyatakan jika acara ini bukanlah inisiatif dia semata, namun hasil kesadaran semua pihak, dari panitia maupun penyelenggara.

“Karena kita mengetahui masyarakat Bali mengedepankan baik aspek sekala maupun niskala, karena itulah yang membentuk nilai spiritual Bali.”

Kapolda Bali Petrus R Golose menyatakan, pihaknya baik dari kepolisian maupun dari TNI sudah sangat siap untuk masalah pengamanan. “Kita sudah menyelenggarakan berbagai pertemuan hingga ke Wahinton DC membicarakan masalah pengamanan. Bahkan terakhir ini kita sudah menyelenggarakan May Meeting, July Meeting dan nanti akan menyelenggarakan High Level Meeting yang akan membahas persiapan akhir event tersebut,” jelasnya.

Pihaknya nanti akan mengamankan sekitar 228 peserta VIP dan puluhan VVIP, yang datang dari 189 negara, sehingga diperlukan pengamanan yang cukup ketat.

“Pengamanan yang kita rancang dengan militer cukup ketat, namun tetap mengutamakan kenyamanan para peserta,” imbuhnya. Bahkan Dia menambahkan Managing Director IMF dan President World Bank sudah berada di Bali dan mereka sangat yakin dengan sistem pengamanan di sini.

Sementara mengenai isu Gunung Agung, pihaknya juga sudah menyiapkan berbagai rencana. Contingensi Plan sudah disiapkan, mulai dengan persiapan evakuasi serta bekerja sama dengan pihak terkait seperti TNI hingga BPBD.

Sekretaris IMF Jianhai Lin sangat berterima kasih dan mengapresiasi acara persembahyangan kali ini. Meskipun saat itu diguyur hujan, tidak mengurangi semangat dan konsentrasi para peserta memohon agar event akbar tersebut bisa berlangsung dengan aman. Dalam pertemuan Oktober 2018, ribuan delegasi dari 189 negara di dunia tidak hanya bertemu membahas perkembangan isu ekonomi global tetapi juga akan berwisata mengeksplorasi indahnya Bali dan Indonesia selama sekitar seminggu.

“Mereka dengan mata kepala sendiri akan melihat betapa cantiknya Indonesia dan Bali dan betapa hangatnya masyarakat di Bali. Saya sudah sering kesini dan setiap ke Bali saya banyak belajar tentang kehidupan masyarakat,” ucapnya.

Senada dengan Jianhai, Wakil Presiden dan Sekretaris Grup Bank Dunia Ivonne Tsikata mengatakan pertemuan tahunan nanti sekaligus promosi bagi Bali dan Indonesia. Untuk itu, panitia penyelenggara melibatkan semua pihak untuk bekerja sama, baik secara teknis hingga hal yang berkaitan dengan spiritual untuk memohon restu dan doa agar pertemuan IMF dan Bank Dunia berlangsung aman dan lancar. (pur)