Gianyar (Bisnis Bali) – Gelombang pasang di laut tak mempengaruhi kegiatan wisata tirta di sungai. Ketua Bidang Rafting DPD Gahawisri Bali, Made Brown Antara Senin (30/7) mengatakan, kegiatan wisata tirta berlangsung aman sehingga bisa jadi alternatif pilihan di luar diving dan snorkling saat ditutup sementara karena alasan keselamatan di laut.

Setiap kegiatan wisata tirta bersentuhan langsung dengan alam. Ini rentang memiliki risiko keselamatan karena bersentuhan dengan alam.

Jika wisata tirta di sungai dihadapkan dengan cuaca hujan. Ketika cuaca hujan perlu diwaspadai ketinggian volume air. Ini juga bisa mengancam keselamatan wisatawan.  Dalam sepekan terakhir cuaca cerah sehingga aktivitas rafting berjalan normal. “Sehingga rafting bisa menjadi alternatif pilihan wisatawan selama di laut terjadi gelombang pasang,” ujarnya.

Tak ada pengaruh gelombang laut dengan kegiatan wisata tirta di sungai. Kegiatan wisata tirta tidak perlu mewaspadai gelombang pasang di laut.  Meski beberapa pekan kondisi rafting aman,  pengusaha wisata tirta terutama pemandu rafting tetap dituntut pintar membaca kondisi alam. Ketika cuaca hujan mesti diperhatikan ketinggian air yang bisa membahaya keselamatan wisatawan. Dengan dilengkapi kelengkapan peralatan rafting yang lengkap bisa mengurangi ancaman risiko yang kemungkinan bisa mengancam keselamatan wisatawan.  (kup)