BEASISWA - Ketua Yayasan TP 45, Ida Bagus Sanjaya (kiri) bersama pemerhati pendidikan CIA Pemayun, penglingsir Puri Kesiman A.A Ngurah Kusuma Wardana dan perwakilan Supadma Rudana komisi X DPR RI, Sudarsa saat menyerahkan beasiswa pendidikan.

Denpasar (Bisnis Bali) – Pemerhati pendidikan, perempuan dan anak-anak, Cok istri Anom Pemayun yang akrab disapa CIA Pemayun, Senin (30/7) menyerahkan beasiswa kepada 306 pelajar di taman pendidikan (TP) 45. Penyaluran beasiswa ini terinspirasi melihat banyak anak dari keluarga yang kurang mampu namun memiliki semangat mengenyam pendidikan.

“Saya terinspirasi ketika berbincang dengan A.A Ngurah Kusuma Wardana penglingsir Puri Kesiman yang menjadi Ketua Dewan Pembina Yayasan TP 45. Beliau mengatakan, banyak anak yang kurang mampu sehingga sampai menunggak SPP hingga beberapa bulan bahkan setahun,” tutur mantan ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Bali tersebut.

Dari perbincangan tersebut, ia mengaku merasa tersentuh melihat perjuangan anak bangsa yang ingin mengenyam pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi keluarga. “Saya kemudian berkoordinasi dengan komisi X DPR RI, Putu Supadma Rudana yang memang membidangi pendidikan untuk menyalurkan beasiswa. Dan hari ini saya menyerahkan 306 beasiswa siswa di TP 45,” ungkapnya.

CIA Pemayun bersama Sudarsa kepanjangan tangan Supadma Rudana akan menyalurkan 15 ribu beasiswa ke seluruh Bali. “Untuk Denpasar saya pilih TP 45, mungkin nanti akan menyasar sekolah lain yang saya anggap siswanya berprestasi dan kurang mampu,” tukas perempuan yang sedang maju mencalonkan diri melalui partai Demokrat di dapil Denpasar Timur.

Dengan beasiswa tersebut ia berharap dapat meringankan beban orang tua, sehingga siswa dapat fokus pada pelajarannya dan tidak terganggu akibat masih menunggak SPP. Ketua Yayasan TP 45, Ida Bagus Sanjaya mengatakan sekolah swasta memang  tidak banyak menerima bantuan, sehingga bantuan beasiswa yang disalurkan CIA Pemayun dirasa sangat membantu meringankan beban para siswa.

“Di TP 45 memang banyak siswa yang kurang mampu, sehingga banyak yang masih menunggak SPP. Tapi proses pembelajaran tetap harus berjalan, sehingga dengan adanya beasiswa ini mereka bisa belajar dengan tenang sehingga kami bisa mengelola proses pendidikan dengan baik,” ucapnya.

306 Beasiswa diberikan kepada 110 siswa, SMK 120 orang dan Sekolah Tinggi Managemen TP 45 sebanyak 76 orang dari program bidik misi dan program prestasi.

Dikatakan pelajar yang kurang mampu memang sering kali sulit memperoleh kualitas pendidikan yang baik, sehingga pihaknya berupaya menggandeng berbagai pihak untuk selalu memberikan perhatiannya pada dunia pendidikan. “Jadi jangan sampai ada anggapan bahwa siswa miskin itu adalah siswa bodoh. Karena banyak dari mereka itu cerdas dan layak mendapatkan pendidikan yang bagus,” tandasnya.

Sementara itu sejumlah orang tua siswa mengucapkan terimakasih atas disalurkannya beasiswa bagi putra putri mereka. Karena selama ini diakui masih kesulitan memenuhi kewajiban untuk membayar SPP dan berharap putra putrinya mendapatkan pendidikan berkualitas. (pur)