Tabanan (Bisnis Bali) – Gelombang tinggi yang terjadi sepekan terakhir, membuat pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot memberlakukan pembatasan bagi wisatawan maupun masyarakat lokal untuk tidak melintas mendekati pantai atau ke bibir pantai. Saat ini ketinggian gelombang laut di kawasan pantai bagian selatan ini mencapai 6 meter dan akan berlangsung hingga akhir Juli nanti.

Manajer DTW Tanah Lot, Ketut Toya Adnyana, Kamis (26/7) mengungkapkan, penutupan pintu masuk mendekati pantai ini dilakukan demi keamanan pengunjung. Penutupan akses menuju pantai tersebut dilakukan dari timur sampai barat atau di kawasan Surya Mandala. Sebab memang kondisi gelombang cukup tinggi, bahkan air laut sampai naik hingga ke Pura Pesimpangan atau sekitar 15 meter di utara Pura Luhur Tanah Lot.

“Selain itu, kami juga mengetatkan keamanan dengan menyiagakan 20 personil, diantaranya merupakan lifguard yang di tempatkan pada bibir pantai,” tuturnya.

Gelombang tinggi ini memang fenomena tahunan, tahun ini fenomena tersebut sebelumnya sudah diinformasikan oleh pihak BMKG. Selain itu, informasi dari BMKG menyatakan fenomena gelombang tinggi di wilayah pantai bagian selatan Bali ini akan terjadi hingga 30 Juli mendatang.

Fenomena gelombang tinggi ini untungnya tidak sampai berdampak pada angka kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot. Itu tercermin dari jumlah wisatawan yang datang, baik domestik maupun mancanegara yang masih setabil seperti biasanya.

“Nampaknya mereka (wisatawan) ini tidak merasa terganggu atau memaklumi dengan pembatasan aktivitas yang diberlakukan, di tengah fenomena gelombang tinggi ini,” tandasnya.

Sementara itu, angka kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot selama Juli hingga per 25 mencapai, kunjungan dari wisatawan domestik total mencapai 111.335 orang. Sementara untuk angka kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 159.371 orang atau total secara keseluruhan mencapai 270.706 orang saat ini. (man)