Mangupura (Bisnis Bali) – Untuk mendukung program inklusi keuangan bank perkreditan rakyat (BPR) di Bali sudah menggencarkan ke edukasi dan literasi keuangan. Sekretaris DPK Perbarindo Badung, Wayan Eka Sudirta Kamis (26/7) mengatakan, melalui kegiatan edukasi dan literasi keuangan BPR menggarap produk simpanan pelajar (Simpel).

Kegiatan edukasi dan literasi keuangan memang bagian menopang program inklusi keuangan kepada masyarakat termasuk kalangan pelajar dan mahasiswa.  Dalam kegiatan ini, anak-anak sedini mungkin diarahkan mengelola keuangan dengan bijak. Dari uang saku yang dimiliki para siswa,  30 persen diantaranya mesti ditabung.

Dipaparkannya, pengalaman uang saku siswa umumnya dikonsumsi terlebih dahulu sisanya baru ditabung. “Semestinya jangan di akhir konsumsi sisa uang saku ditabung,” ucapnya.

Semestinya di awal sebelum dikonsumsi 30 persen uang saku siswa mesti ditabung. Ini salah satunya ditekankan kepada anak-anak dalam edukasi dan literasi keuangan agar mampu menyisihkan dana diawal untuk ditabung.

Dirut BPR Parasari Sibang ini menyakinkan, inklusi keuangan ini memang diarahkan untuk  mendekatkan layanan jasa industri perbankan kepada masyarakat. Masyarakat termasuk kalangan pelajar diharapkan bisa mendapatkan akses keuangan.

Wayan Eka Sudirta menambahkan, BPR memliki fungsi intermediasi menghimpun  dana masayarakat selanjutnya menyalurkan kredit kembali kepada masyarakat dan sektor UMKM. Selain melaksanakan fungsi intermediasi, BPR diharapkan juga menjadi agen perubahan pembangunan ekonomi masyarakat. (kup)