Penampilan Sekaa Joged Tunjung Mekar di PKB.

Singaraja (Bisnis Bali) – Tari Joged merupakan kesenian rakyat populer di Bali yang merupakan tari hiburan atau biasanya dipentaskan pada even – even tertentu seperti Festival atau Pesta Kesenian Bali. Tarian joged tak hanya sekedar tarian juga mengandung nilai-nilai moral yang mengangkat tema sosial dalam pengkemasannya.

Joged juga diharapkan tetap memiliki nilai-nilai budaya tinggi sebagai bentuk pelestarian budaya  yang ada di Bali dan juga dapat  sebagai hiburan bagi masyarakat lokal maupun wisatawan. Hal itu diungkapkan Ketua Sekaa Joged Tunjung Mekar Wayan Netra dari Desa Sinabun Kecamatan Sawan Buleleng ketika di wawancarai Bisnis Bali belum lama ini.

Pihaknya sangat menyayangkan masih adanya gerakan joged di luar pakem atau sering disebut joged porno. Ini secara tidak langsung akan memberikan image buruk bagi daerah itu sendiri bahkan dunia pariwisata.

“Kami di sekaa joged terkadang merasa berat ketika ada yang mengupah hanya sekaanya saja sementara jogednya didatangkan di luar sekaa, sehinga masyarakat mengira itu joged dari kami,”tuturnya.

Menyikapi hal tersebut pihaknya berusaha memaksimalkan upaya sosialisasi kepada masyarakat serta berkoordinasi dengan dinas terkait dengan mengemas seni joged dengan lawak ciptaannya. Di mana lawak tersebut memberi pesan moral kepada masyarakat luas bahwasanya joged yang tidak sesuai pakem akan berdampak juga pada kemajuan desa atau daerah itu sendiri.

“Ini menyangkut kebudayaan tidak hanya sekaa dampak negatif dari joged di luar pakem juga dirasakan masyarakat khususnya yang menggeluti dunia pariwisata, melalui lawak inilah agar dapat mengubah persepsi masyarakat terhadap tari joged diluar pakem yang berkembang belakangan ini,”imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan Wayan Sengen salah satu pemeran lawak dari Sekaa Joged Tunjung Mekar Sinabun bahwasannya sosialisasi terus di gaungkan melalui kegiatan – kegiatan pentas seni. Seperti pada kegiatan Pesta Kesenian Bali (PKB) Ke – XI dimana Sekaa Joged Tunjung Mekar berkesempatan untuk ikut serta  menampilkan kesenian joged.

“Kita melalui event seperti PKB inilah kita berkesempatan untuk mensosialisasikan mengajak masyarakat merubah pola pikir terhadap seni joged,”jelasnya. (ira)