istimewa

Denpasar (Bisnis Bali) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) minta bank perkreditan rakyat (BPR) di Bali memperhatikan sektor kredit menyikapi imbas erupsi Gunung Agung. Ketua DPD Perbarindo Bali, Ketut Wiratjana Kamis (12/7) mengatakan dalam menyikapi dampak erupsi Gunung Agung, BPR optimalkan penanganan kredit bermasalah.

BPR terus berupaya menanggapi himbauan OJK terkait angka kredit bermasalah (NPL) yang tinggi. NPL tinggi karena pengaruh pertumbuhan ekonomi dan bencana alam seperti erupsi Gunung Agung. Sektor pariwisata memang mengalami penurunan. Ini akibat penutupan operasional bandara termasuk imbas erupsi Gunung Agung.

Pengusaha-pengusaha di Bali, menurutnya juga akan merasa kelabakan akibat  NPL yang tinggi.

“NPL itu karena ada tunggakan dari nasabah itu sendiri,” ucapnya.

Menurut Wiratjana, BPR juga tak akan bersikap terlalu kejam terhadap debitur BPR. Manajemen BPR tak akan langsung melakukan penyitaan jaminan ketika debitur tak mampu membayar angsuran kredit.  Ia meyakinkan BPR akan mengedepankan langkah pembinaan untuk menghadapi kredit bermasalah.  BPR akan melakukan pembinaan secara bertahap agar NPL masing-masing  BPR menjadi turun.

Kepala OJK Bali Nusra Hizbullah mengatakan, erupsi Gunung Agung itu bisa berdampak pada pemberian kredit BPR. OJK meminta BPR waspada kemungkinan peningkatan terhadap rasio NPL.

“Kita berharap BPR di Bali ini terus tumbuh dan berkembang dengan baik,” tegasnya. (kup)